Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Mantan Pemilik Motor yang Dipakai untuk Bom Bunuh Diri Bandung Beri Klarifikasi

Kamis 08 Dec 2022 08:37 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil

Mantan Pemilik Motor yang Dipakai untuk Bom Bunuh Diri Bandung Beri Klarifikasi. Foto: Petugas dari Brimob melakukan penjagaan di kawasan TKP bom bunuh diri di Markas Sektor Kepolisian Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). Dalam peristiwa itu ada 11 orang yang menjadi korban. 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi.

Mantan Pemilik Motor yang Dipakai untuk Bom Bunuh Diri Bandung Beri Klarifikasi. Foto: Petugas dari Brimob melakukan penjagaan di kawasan TKP bom bunuh diri di Markas Sektor Kepolisian Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). Dalam peristiwa itu ada 11 orang yang menjadi korban. 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Mantan pemilik motor menjual motornya belasan tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah sepeda motor berwarna biru terparkir di Mapolsek Astana Anyar, Bandung. Motor merek Suzuki Shogun tersebut diduga digunakan pelaku bom bunuh diri ketika menyambangi Mapolsek, sebelum meledakkan diri.

Motor bernomor Polisi AD 5055 NS diketahui atas nama Boby Ari Setiawan. Keluarga Boby pun mendapatkan banyak pesan dan pertanyaan, lebih-lebih atas peristiwa bom bunuh diri pada Rabu pagi tadi.

Baca Juga

Melalui akun instagramnya, Boby segera memberikan klarifikasi. Ia mengabarkan bahwa dirinya selamat dan sehat, bahwa bukan dia yang meledakkan diri di kantor Polisi di Bandung.

“Nama saya Boby Ari Setiawan, alamat saya di Solo, saya selamat dan sehat,” kata dia, dalam unggahan sebuah video di akun instagram pribadinya @setiawan57, Rabu (7/12/2022).

“Saya ingin menyampaikan kalau saya sama sekali tidak terkait dengan pelaku bom bandung,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa motor yang digunakan pelaku memang benar pernah menjadi miliknya, tetapi sudah lama sekali. Motor tersebut ia jual antara tahun 2003 - 2007, ketika ia duduk dibangku kuliah.

Karena dijual melalui makelar, ia bahkan tidak tahu menahu kabar motor lamanya itu, hingga kemudian muncul namanya dikaitkan dengan peristiwa bom.

“Motor itu sudah saya jual sehingga saya tidak tahu menahu lagi keberadaan motor itu hingga ada berita mengejutkan ini,” ungkapnya.

“Mohon maaf kepada semua pihak, teman saudara, keluarga yang mendadak jadi tujuan segala pertanyaan tentang saya. Semoga klarifikasi ini bisa meredam berita yang keluar di Medsos,” tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA