Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Donasi Korban Gempa Melalui Pemkab Cianjur Mencapai Rp 14 Miliar

Rabu 07 Dec 2022 20:43 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ilham Tirta

Pengungsi akibat gempa bumi berdoa di dalam tenda darurat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pengungsi akibat gempa bumi berdoa di dalam tenda darurat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Dana yang terpakai untuk kebutuhan para pengungsi baru Rp 3 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur terus mengalir. Di antaranya dalam bentuk donasi melalui Pemkab Cianjur yang hingga kini mencapai sebesar Rp 14 miliar.

''Rekapitulasi donasi hingga 7 Desember 2022 pukul 15.00 WIB sudah masuk Rp 14.029.882.734,'' ujar Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesra (Asda 1) Pemkab Cianjur, Arief Kurniawan kepada wartawan di Pendopo Cianjur, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga

Donasi ini berasal dari 74 instansi pemerintah sebesar Rp 7.689.454.659. Berikutnya, dari 122 lembaga organisasi nonpemerintah sebesar Rp 4.618.739.091. Terakhir dari 553 perorangan sebesar Rp 1.721.688.984.

Sementara dana keluar telah mencapai Rp 3.079.679.000 sehingga saldo akhir mencapai Rp 10.950. 203.734. Pengeluaran ini untuk dapur umum pengungsi, jemuran di tempat pengungsian, dan pengadaan tenda keluarga pengungsi.

 

Arief mengatakan, atas nama Pemkab Cianjur dan seluruh warga yang terkena bencana mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada donatur yang memberikan bantuan. Semoga apa yang diberikan menjadi amal kebaikan diterima Allah SWT.

Sebelumnya, upaya mempercepat pasokan logistik kepada warga korban gempa Cianjur terus dilakukan. Salah satunya dengan mempermudah proses penyaluran logistik yang awalnya rumit diakses oleh warga.

''Permintaan bantuan ke gudang logsitik Balai Rancage, gudang BPBD, dan gudang Unilever, setelah kesepakatan BNPB yakni birokrasi rumit, sekarang tidak lagi,'' ujar Bupati Cianjur Herman Suherman.

Warga yang mengambil bantuan tidak perlu lagi ada tandatangan RT, RW, RW, kades, camat. Warga cukup melalui RT dapat mengambil bantuan tersebut di gudang. ''Hati-hati jangan mengada-ada,'' kata bupati.

Dengan metode itu, banyak donasi masuk ke posko gudang logistik pemda. Harapannya semoga dengan diatur pemda, TNI, dan Polri, penyebaran logistik minimal bisa merata baik pinggir jalan maupun gang-gang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA