Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Resepsi Kaesang Perlu Kewaspadaan Tinggi Pascainsiden Bom Astanaanyar

Rabu 07 Dec 2022 19:26 WIB

Red: Indira Rezkisari

Petugas dari Brimob melakukan penjagaan di kawasan TKP bom bunuh diri di Markas Sektor Kepolisian Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). Dalam peristiwa itu ada 11 orang yang menjadi korban. 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi.

Petugas dari Brimob melakukan penjagaan di kawasan TKP bom bunuh diri di Markas Sektor Kepolisian Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). Dalam peristiwa itu ada 11 orang yang menjadi korban. 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Jangan sampai peristiwa Astanaanyar menginspirasi sel-sel di kota lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti terorisme dan intelijen Ridlwan Habib mengatakan resepsi pernikahan putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep perlu penerapan kewaspadaan tinggi. Dia menyampaikan hal tersebut usai adanya aksi bom bunuh diri di Markas Kepolisian Sektor Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat.

"Kewaspadaan tinggi juga perlu dilakukan pada acara akad nikah dan resepsi putra Presiden Jokowi Kaesang yang akan berlangsung Sabtu dan Ahad nanti," kata Ridlwan Habib, Rabu (7/12/2022). "Ya maksud saya dengan kewaspadaan tinggi itu adalah, jangan sampai peristiwa bom di Astanaanyar ini menginspirasi jejaring atau sel-sel lain di kota-kota lain termasuk di Solo dan Yogya karena ada acara besar."

Baca Juga

Resepsi pernikahan putra Presiden Jokowi pastinya menurut dia akan ada banyak tamu penting, VVIP, pejabat bahkan para duta besar yang mungkin diundang. "Jadi memang benar-benar harus pengamanan ekstra ketat termasuk screening terhadap tamu-tamu undangan. Ya saya kira kalau mengundang ribuan orang walaupun sudah dengan barcode undangan, tetap harus waspada," kata dia.

Demikian pula, lanjut Ridlwan dengan acara panggung rakyat pasti akan dihadiri ribuan rakyat. Menurut dia jangan sampai kondisi tersebut dimanfaatkan sel-sel terorisme yang mungkin ada di Solo maupun daerah sekitar.

"Ya tetap harus menjaga jangan sampai kemudian ada hal-hal yang tidak diinginkan, itu saja sih, bukan sesuatu yang (dilebih-lebihkan). Hanya soal kewaspadaan saja," kata dia.

Sementara itu, menurut dia pelaku aksi bom bunuh diri di Markas Kepolisian Sektor Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat diduga terkait jaringan ISIS, jika dilihat dari stiker di atas motor dan kertas yang berisi penolakan terhadap hukum demokrasi/ KUHP. Pelaku diduga terkait dengan jaringan lama JAD yang berafiliasi ke ISIS, dari sisi pemilihan sasaran berupa polisi dan kantor polisi.

Pola serangan kelompok JAD pro-ISIS selama ini menargetkan polisi, misalnya di Surabaya 2018, Medan 2019 dan di Polsek Daha Kalsel 2020. "Perlu segera diurai jaringan pelaku sebagai antisipasi dini," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA