Rabu , 07 Dec 2022, 01:39 WIB

Pelatih Kroasia Sebut Brasil Sebagai Lawan yang Mengerikan

Rep: Reja Irfa Widodo / Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pelatih kepala Kroasia Zlatko Dalic. Zlatko Dalic, mengakui status underdog timnya kala berduel dengan Brasil di babak perempat final Piala Dunia 2022, Jumat (9/12) dini WIB mendatang. Hingga Qatar 2022 telah menginjak babak delapan besar, Brasil diangap sebagai calon terkuat peraih trofi edisi perdana Piala Dunia di kawasan Timur Tengah tersebut. Kekuatan Brasil, ujar Dalic, terletak pada kedalaman skuad, kualitas permainan, dan mentalitas bertanding.
Foto AP/Thanassis Stavrakis

Pelatih kepala Kroasia Zlatko Dalic. Zlatko Dalic, mengakui status underdog timnya kala berduel dengan Brasil di babak perempat final Piala Dunia 2022, Jumat (9/12) dini WIB mendatang. Hingga Qatar 2022 telah menginjak babak delapan besar, Brasil diangap sebagai calon terkuat peraih trofi edisi perdana Piala Dunia di kawasan Timur Tengah tersebut. Kekuatan Brasil, ujar Dalic, terletak pada kedalaman skuad, kualitas permainan, dan mentalitas bertanding.

Pelatih Krosia ajak pemain bertanding tanpa beban saat lawan Brasil

REPUBLIKA.CO.ID, AL RAYYAN -- Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengakui status underdog timnya kala berduel dengan Brasil di babak perempat final Piala Dunia 2022, Jumat (9/12) dini WIB mendatang. Hingga Qatar 2022 telah menginjak babak delapan besar, Brasil diangap sebagai calon terkuat peraih trofi edisi perdana Piala Dunia di kawasan Timur Tengah tersebut. Kekuatan Brasil, ujar Dalic, terletak pada kedalaman skuad, kualitas permainan, dan mentalitas bertanding. 

Pelatih berusia 56 tahun itu bahkan menyebut, dengan segala kemampuan yang dimilikinya, Brasil merupakan lawan yang mengerikan buat Kroasia.

Baca Juga

"Harus diakui, mereka lebih difavoritkan. Brasil adalah tim terkuat dan terbaik di Piala Dunia. Saat Anda melihat barisan pemain di skuad mereka, kualitas permainan, teknik, hingga mentalitas, mereka adalah tim yang mengerikan," kata Dalic seperti dikutip BBC, Rabu (6/12). 

Meski sempat menelan kekalahan, 0-1, dari Kamerun di laga penyisihan Grup G, Brasil kembali menunjukan kembali menunjukan performa impresif kala membungkam Korea Selatan di babak 16 besar, Rabu (6/12) dini hari WIB. Tidak tanggung-tanggung, Selecao sukses membekuk The Taegeuk Warriors, 4-1. 

Kondisi berbeda justru ditunjukan Vatreni, julukan Kroasia. Runner-up Grup F tersebut harus melewati babak adu penalti untuk bisa melewati adangan Jepang di babak 16 besar.

Setelah bermain imbang, 1-1, hingga babak perpanjangan waktu, Kroasia akhirnya bisa menyingkirkan Tim Samurai Biru. 3-1, Rabu (6/12) dini hari WIB. 

Kendati begitu, ini bukan pertama kalinya Kroasia berada dalam situasi ini. Pada Piala Dunia 2018 silam, Kroasia bahkan harus tampil pada masa perpanjangan waktu di tiga laga pada fase gugur, sebelum sukses melaju ke babak final.

Di partai puncak Piala Dunia 2018, Luka Modric dan kawan-kawan akhirnya menyerah, 4-2, dari Prancis. Dalic pun menilai, meski berstatus runner-up edisi terakhir Piala Dunia, Vatreni tidak memiliki beban apapun di gelaran Piala Dunia 2022.

Kroasia, tutur Dalic, akan mencoba tampil tanpa beban saat berduel dengan Brasil di Stadion Education City, Al Rayyan. 

"Tidak ada lagi yang perlu kami khawatirkan. Kami harus menatap laga tersebut dengan keyakinan dan kepercayaan diri, serta menikmati setiap momen bersaing dengan salah satu tim terbaik di dunia. Saya yakin, kami bisa bersaing dengan mereka. Peluangnya mungkin bukan 50-50, tapi kami juga bukan tim yang bisa diremehkan," kata Dalic.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
piala dunia 2022 piala dunia 2022 qatar perempat final piala dunia 2022 brasil vs kroasia kroasia vs brasil kroasia ke perempat final
Berita Terpopuler

Ini Sejarah Pertemuan Argentina Kontra Kroasia

Selasa , 13 Dec 2022, 13:02 WIB

Cetak Gol ke Gawang Kroasia, Neymar Samai Rekor Pele

Sabtu , 10 Dec 2022, 02:58 WIB

Daftar Juara Piala Dunia dari Masa ke Masa, Brasil Mengoleksi Gelar Terbanyak

Ahad , 20 Nov 2022, 17:13 WIB
Berita Lainnya