Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Pemerintah Serap Rp 15,5 Triliun dari Lelang SBN Terakhir di 2022

Rabu 07 Dec 2022 01:30 WIB

Red: Nidia Zuraya

Surat berharga negara

Surat berharga negara

Foto: Tim Infografis Republika
Jumlah penawaran masuk atau incoming bids sebesar Rp 27,66 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyerap dana Rp15,5 triliun dari lelang surat berharga negara (SBN) terakhir di 2022 dengan mendapatkan penawaran masuk atau incoming bids sebesar Rp 27,66 triliun. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan di tengah kondisi pasar yang cukup volatil sepanjang tahun, pemerintah telah berhasil menyelesaikan lelang SBN sesuai jadwal yang ditetapkan serta memenuhi kebutuhan pembiayaan yang diperlukan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada dealer utama serta seluruh investor yang telah membantu kelancaran pelaksanaan lelang SBN selama tahun 2022," ungkapnyadalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga

Ia turut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi yang erat antara Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang terus bersama-sama menjaga stabilitas sistem keuangan serta kredibilitas dan stabilitas pasar SBN di periode yang penuh tantangan ini.

Di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pertemuan Bank Sentral Amerika SerikatThe Fedpada pekan depan, investor percaya diri dan optimis pada lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa ini yang tercermin dari tingginya penawaran masuk sebesar Rp27,66 triliun atau 1,84 kali dari target indikatif sebesar Rp15 triliun.

Selain itu, dari pasar domestik, rilis data ekonomi Indonesia menunjukkan perkembangan positif antara lain data inflasi November 2022 yang kembali turun menjadi 5,42 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) dari inflasi Oktober 2022 sebesar 5,71 persen (yoy) dan di bawah konsensus pasar sebesar 5,5 persen (yoy).

Pada lelang Selasa ini, Suminto menyebutkan minat investor nonresiden meningkat menjadi Rp6,93 triliun dari Rp6,4 triliun pada lelang sebelumnya. Jumlah penawaran masuk dari investor non residen mayoritas pada seri SUN tenor panjang (lebih dari 10 tahun) yaitu Rp6,48 triliun atau 93,5 persen dari total penawaran masuk investor asing dan dimenangkan sebesar Rp5,77 triliun atau 37,26 persen dari total penawaran yang dimenangkan atau awarded bids.

Seri SUN tenor 6 dan 11 tahun kembali mendominasi permintaan investor pada lelang dengan jumlah penawaran masuk dan penawaran yang dimenangkan masing-masing sebesar 58,91 persen dari total penawaran masuk dan 42 persen dari total penawaran yang dimenangkan.

Selain itu, lanjut dia, penawaran masuk terbesar pada tenor 11 tahun yaitu Rp9,07 triliun atau 32,78 persen dari total penawaran masuk dan dimenangkan sebesar Rp6,5 triliun atau 42 persen dari total penawaran yang dimenangkan.

Secara umum, biaya pinjaman atau cost of borrowing penerbitan SUN pada lelang ini kembali turun dibanding lelang sebelumnya, tercermin pada imbal hasil rata-rata tertimbang (weightedaverageyield/WAY) obligasi negara yang dimenangkan turun sebesar 1 basis poin (bps) sampai 61 bps dibandingkan WAY lelang sebelumnya.

Namun, untuk tenor 16 tahun WAY tercatat naik 4 bps. Adapun penurunan terbesar terjadi pada WAY SUN tenor 6 tahun sebesar 61 bps.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA