Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

BPBD Garut: Aktivitas Warga Terdampak Gempa Sudah Normal

Selasa 06 Dec 2022 20:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

Polisi meninjau keretakan rumah yang makin parah di lokasi terdampak pergeseran tanah, Dusun Cibenda, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Ahad (4/12/2022). Keretakan yang makin parah itu merupakan dampak gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Garut pada Sabtu (3/12/2022). BPBD Garut: Aktivitas Warga Terdampak Gempa Sudah Normal

Polisi meninjau keretakan rumah yang makin parah di lokasi terdampak pergeseran tanah, Dusun Cibenda, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Ahad (4/12/2022). Keretakan yang makin parah itu merupakan dampak gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Garut pada Sabtu (3/12/2022). BPBD Garut: Aktivitas Warga Terdampak Gempa Sudah Normal

Foto: Dok. Humas Polres Ciamis
Retak di rumah warga dinilai tidak mengganggu struktur bangunan.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan aktivitas masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana gempa bumi di selatan Garut sudah kembali normal. Begitu juga kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Sekarang sudah aman, aktivitas masyarakat kembali normal," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi saat dihubungi wartawan, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga

Ia menuturkan bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 yang berpusat di selatan Garut pada Sabtu (3/12/2022) sempat membuat masyarakat panik keluar rumah. Guncangan gempa itu, kata dia, dirasakan banyak masyarakat di wilayah Garut, bahkan dilaporkan guncangan terasa ke sejumlah daerah lainnya.

Ia menyampaikan setelah gempa terjadi jajarannya menerjunkan sejumlah personel BPBD maupun berkoordinasi dengan camat untuk meninjau daerah masing-masing dampak gempa itu. Dampak dari kejadian itu terdapat rumah yang retak-retak pada bagian dinding bangunan rumah dan tidak mengganggu struktur bangunan sehingga masyarakat masih bisa menempati rumahnya.

"Ada rumah retak-retak, bukan rusak. Retak hanya plesternya, tak sampai di struktur, artinya masih aman, tidak sampai ada yang mengungsi," katanya.

Selain rumah, katanya, ada juga sekolah yang terdampak guncangan gempa bumi. Hasil laporan di lapangan kerusakan terjadi pada bagian dapur penjaga sekolah.

Bangunan sekolah untuk kegiatan belajar-mengajar, kata dia, dinilai aman dan masih bisa digunakan untuk belajar. "Kalau kelas aman, kegiatan belajar-mengajar sudah berjalan aman," katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang saat ini sudah kembali beraktivitas normal tetap harus selalu waspada terhadap berbagai ancaman bencana alam, terutama saat musim hujan. Kabupaten Garut, kata dia, hasil kajian merupakan daerah yang rawan dilanda gempa bumi, sehingga harus menjadi perhatian semua pihak untuk memiliki pemahaman tentang mitigasi bencana.

"Ketika terjadi gempa, segera keluar bangunan dan berkumpul di lapang, kalau ada dalam ruangan, lindungi kepala, setelah itu segera keluar ruangan," kata Satria.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA