Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Soal Wacana Publik Jadi Calon Ketum PSSI, Erick: Ya, Sah-Sah Saja

Selasa 06 Dec 2022 18:45 WIB

Red: Muhammad Akbar

Mennteri BUMN Erick Thohir.

Mennteri BUMN Erick Thohir.

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Erick Thohir kembali muncul diperbincangkan karena dianggap pantas jadi ketua PSSI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sah-sah saja apabila adanya pihak yang mewacanakan dirinya untuk memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Wacana publik ya sah-sah saja," kata Erick Thohir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Selasa (6/12).

Nama Erick Thohir mendadak kembali muncul diperbincangkan karena dianggap pantas menjabat sebagai ketua umum PSSI, menggantikan Mochamad Iriawan yang mulai menuai keraguan publik terutama setelah Tragedi Kanjuruhan.

"Belum tahu nanti kita lihat saja, itu kan ada sistem pemilihannya, ya tapi yang pasti ya kita lakukan yang ada dulu sekarang," tambah Erick.

Lembaga Indikator Politik Indonesia (IPI) pada November bahkan merilis hasil survei yang menemukan mayoritas responden menginginkan agar Erick Thohir menjadi ketua umum PSSI.

Berdasarkan survei yang dilakukan kepada 1.220 responden itu, Erick memimpin perolehan angka dengan 24,1 persen.

Sejumlah klub hingga pengamat sepak bola bahkan turut mendukung Erick maju dalam bursa pencalonan ketua umum PSSI karena dianggap berpengalaman di dunia olahraga.

Selain pernah menjabat Presiden Inter Milan, dia juga menjadi utusan Presiden Joko Widodo untuk menemui Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membicarakan soal sepak bola Indonesia yang dilanda peristiwa Kanjuruhan.

Kongres luar biasa (KLB) pemilihan ketua umum PSSI akan berlangsung pada 16 Februari 2023 dengan pemilik suara adalah anggota PSSI. Erick maupun nama-nama lain yang ingin bersaing dalam KLB Pemilihan PSSI harus mengajukan diri atau diajukan oleh voters.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA