Selasa 06 Dec 2022 16:39 WIB

Riset Sebut Pasar PC dan Tablet Terus Menyusut Hingga 2023

Pengiriman tablet dan PC akan menurun hampir 12 persen pada tahun 2022

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih
Piranti Tablet (Ilustrasi)
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra EXIF Data :
Piranti Tablet (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – International Data Corporation (IDC) memperkirakan pasar PC dan tablet akan menyusut. Menurut riset, pengiriman untuk tablet dan PC akan menurun hampir 12 persen pada tahun 2022 dan akan terus berlangsung hingga tahun 2023.

Di sisi lain, laporan tersebut menyatakan pengiriman tablet dan PC akan terus berada di atas tingkat pra-pandemi. Namun, kondisi ekonomi yang tidak pasti akan mengancam persediaan dan meningkatkan kejenuhan pasar tahun depan.

Baca Juga

"Kenyataannya adalah pembuat PC dan tablet akan kesulitan dalam beberapa bulan mendatang karena tidak hanya volume yang diperkirakan akan menurun, tetapi juga harga jual rata-rata," kata manajer riset IDC untuk pelacak perangkat mobilitas dan konsumen, Jitesh Ubrani, dilansir ZDNET, Selasa (6/12/2022).

Dia juga mengatakan kelebihan persediaan PC dan tablet memaksa produsen untuk memberikan potongan harga yang besar. Selama ada perselisihan ekonomi, produk akan menyimpang dari fungsi premium ke produk kelas menengah.

Pada Oktober tahun ini, IDC melaporkan pengiriman tablet turun 8,8 persen. Jumlah tersebut menandakan penurunan pasar tablet selama lima kuartal berturut-turut. Kontraksi pasar ini mengikuti pertumbuhan besar-besaran selama dua tahun yang sebagian besar dapat dikaitkan dengan faktor ekonomi.

"Pasar sekarang tidak hanya mengalami penurunan permintaan, tetapi juga beberapa hambatan ekonomi makro yang kuat. Meskipun sebagian besar tablet (Android) dan Chromebook berbiaya lebih rendah, kami sekarang melihat kekhawatiran pembeli bahkan di kelas bawah. Ini sebagian besar didorong oleh kekhawatiran ekonomi yang meningkat," analis riset senior dengan mobilitas IDC dan pelacak perangkat konsumen, Anuroopa Nataraj.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement