Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Semeru Terpantau 400 Meter Pagi Ini

Selasa 06 Dec 2022 10:21 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Dwi Murdaningsih

 Tim penyelamat terlihat melalui asap dari material vulkanik panas dari letusan Gunung Semeru di desa Kajar Kuning, Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, Senin, 5 Desember 2022. Kondisi cuaca yang membaik Senin memungkinkan penyelamat melanjutkan upaya evakuasi dan pencarian kemungkinan korban setelah gunung berapi tertinggi di pulau terpadat di Indonesia meletus, dipicu oleh hujan monsun.

Tim penyelamat terlihat melalui asap dari material vulkanik panas dari letusan Gunung Semeru di desa Kajar Kuning, Lumajang, Jawa Timur, Indonesia, Senin, 5 Desember 2022. Kondisi cuaca yang membaik Senin memungkinkan penyelamat melanjutkan upaya evakuasi dan pencarian kemungkinan korban setelah gunung berapi tertinggi di pulau terpadat di Indonesia meletus, dipicu oleh hujan monsun.

Foto: AP Photo/Trisnadi
Gunung Semeru masih berada pada tingkat aktivitas level IV.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Selasa (6/12/2022) pagi ini. Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 05.02 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 400 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Selasa 6 Desember 2022, pukul 05:02 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 400 m di atas puncak (± 4076 m di atas permukaan laut)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Semeru Liswanto AP dikutip dari laman resmi PVMBG, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga

Liswanto mengatakan, kolom abu yang teramati dari pos pengamatan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 73 detik.

Hingga saat ini Gunung Semeru masih berada pada tingkat aktivitas level IV (awas) sejak 4 Desember 2022.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi).

 
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 km dari puncak," ujar Liswanto.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Liswanto meminta agar masyarakat juga mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” katanya.

 
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA