Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Polisi Ringkus Pelaku Pembacokan Anggota Pencak Silat di Jambi

Senin 05 Dec 2022 21:57 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Garis Polisi (ilustrasi)

Garis Polisi (ilustrasi)

Foto: Antara/Jafkhairi
Perampokan berawal dari motor mogor tersangka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Polresta Jambi meringkus empat pelaku geng motor yang melakukan pembacokan terhadap salah satu anggota perguruan pencak silat di Jambi.

"Aparat kepolisian langsung melakukan pencarian terhadap pelaku, setelah mengetahui dari pelaku berinisial RAP (22) yang diamankan di kos-kosannya," kata Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Afrito Marbaro, Senin.

Baca Juga

Dia mengatakan, setelah polisi mengamankan satu tersangka, kemudian terungkap siapa saja yang ikut dalam aksi pembacokan tersebut. "Setelah dilakukan pengembangan berhasil diamankan pelaku lainnya yakni S (22)," katanya.

Kejadian pembacokan tersebut berawal dari korban yang motornya mogok, ditemani oleh empat temannya yang melintas di kawasan Jalan Kapten Pattimura Simpang IV Sipin, kemudian tiba-tiba para tersangka melintas di depan korban.

Sebelum melancarkan aksinya, pelaku turun dari motor lalu memarahi korban dengan alasan membawa perempuan di malam hari.

Kemudian salah satu pelaku menampar korban dan pelaku lainnya membacok korban hingga korban mengalami luka robek pada jari tangan kiri, serta luka robek di bagian pergelangan lengan tangan kanan.

Sementara itu, pengakuan dari S salah satu tersangka yang mengakui bahwa tidak menargetkan siapa yang akan menjadi korbannya,.

"Tidak ada target, acak saja, pas lagi sepi ada mangsa langsung lah beraksi," kata salah satu pelaku.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor maticsebagai sarana untuk melancarkan aksinya. Lalu satu buah celurit yang di gunakan tersangka untuk melukai korban.

Sementara itu, dari keempat pelaku dua diantaranya adalah anak di bawah umur yakni yakin RG dan APD.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 170 KUHPidana, tentang dugaan tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman selama tujuh tahun penjara.

" Sementara itu untuk yang di bawah umur kita kenakan peradilan anak," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA