Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Kanselir Jerman: Hindari Membagi Dunia Menjadi Blok Gaya Perang Dingin

Senin 05 Dec 2022 17:35 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

 Kanselir Jerman Olaf Scholz berbicara dalam KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Selasa, 15 November 2022.

Kanselir Jerman Olaf Scholz berbicara dalam KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Selasa, 15 November 2022.

Foto: AP/Dita Alangkara
Jerman berniat menjadi penjamin keamanan Eropa seperti yang diharapkan oleh sekutu.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Olaf Scholz memperingatkan agar tidak menciptakan Perang Dingin baru dengan membagi dunia menjadi blok-blok. Ia juga menyerukan setiap upaya untuk membangun kemitraan baru.

Komentar terbarunya pada Senin (5/12/2022) dimuat dalam sebuah opini untuk majalah Foreign Affairs yang diterbitkan online. Scholz menulis bahwa Barat harus membela nilai-nilai demokrasi dan melindungi masyarakat terbuka.

Baca Juga

Namun, lanjutnya kita juga harus menghindari godaan untuk sekali lagi membagi dunia menjadi blok-blok. "Ini berarti melakukan segala upaya untuk membangun kemitraan baru, secara pragmatis dan tanpa buta ideologi," tulisnya.

Scholz memilih China dan Rusia khususnya sebagai dua negara yang menjadi ancaman bagi dunia multipolar, yang membutuhkan persatuan Eropa dan transatlantik yang lebih kuat untuk mengatasinya. Menurutnya, kemitraan transatlantik tetap penting untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh ancaman serangan potensial Rusia di wilayah sekutu.

Sementara peralihan China ke arah isolasi dan pendekatannya ke Taiwan mengharuskan Eropa dan Amerika Utara untuk membentuk kemitraan baru dan lebih kuat dengan negara-negara di seluruh dunia.

"Jerman berniat menjadi penjamin keamanan Eropa seperti yang diharapkan oleh sekutu kita, pembangun jembatan di dalam Uni Eropa dan pendukung solusi multilateral untuk masalah global," tulis Scholz.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA