Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

IHSG Berpeluang Melambung, Cek Saham-Saham Rekomendasi Beli di Awal Pekan

Senin 05 Dec 2022 09:05 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Senin (5/12). Potensi kenaikan ini tercermin dari IHSG yang masih berada dalam pola triangle, dari candle hammer & di atas support line.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Senin (5/12). Potensi kenaikan ini tercermin dari IHSG yang masih berada dalam pola triangle, dari candle hammer & di atas support line.

Foto: Republika/Prayogi
Saham BBNI mendapat kategori rekomendasi beli sementara MDKA speculative buy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Senin (5/12). Potensi kenaikan ini tercermin dari IHSG yang masih berada dalam pola triangle, dari candle hammer & di atas support line.

IHSG masih berada dalam trend bullish selama di atas 6.995. Secara teknikal, indikator MACD bullish, Stochastic bearish, di atas support 6.980, candle hammer. 

IHSG masih berpeluang rebound dengan target 7.091 (tercapai), 7.135, 7.280 jika bisa ditutup harian di atas 6.980. Namun jika gagal, IHSG rawan menuju 6.955, 6.894. 

“Resistance pada perdagangan hari ini di level 7.030, 7.081, 7.107, 7.135 dengan support 6.990, 6.955, 6.910, 6.887. Perkiraan range di rentang 6.970 - 7.070,” kata Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar. 

Indeks bursa regional Asia Pasifik mencatat penurunan, dengan IHSG terkoreksi tipis 0,02 persen pada perdagangan Jumat (2/12).  Bursa yang mencatat penurunan signifikan diantaranya Nikkei dan Kospi Composite Index yang masing-masing terkoreksi 1,59 peren dan 1,84 persen. 

Korea Selatan melaporkan inflasi sebesar 5,0 persen pada November 2022, di bawah ekspektasi. Negara tersebut juga mencatat cadangan devisa untuk November 2022 sebesar 416,1 miliar dolar AS.

Pada Jumat lalu, Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan 0,10 persen sementara di sisi lain S&P 500 terkoreksi 0,12 persen. Begitu juga dengan Nasdaq yang melemah 0,18 persen. 

Penurunan indeks terkait dengan data tenaga kerja yang dirilis Jumat berupa non-farm payrolls sebesar 263.000 pada November 2022, lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 200.000. Investor menanti hasil pertemuan the Fed yang akan datang setelah adanya rilis ini.  

Berikut merupakan enam saham yang menjadi rekomendasi BNI Sekuritas pada perdagangan hari ini:

1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 

Resist: Rp 9.850, Rp 9.950, Rp 10.100, Rp 10.250. 

Support: Rp 9.650, Rp 9.550, Rp 9.400, Rp 9.275. 

Rekomendasi: BUY Rp 9.650- Rp 9.750, target Rp 9.950, Rp 10.250. Stop loss di bawah Rp 9.400.

2. PT Medco Energi Internasional Tbk  (MEDC)

Resist: Rp 1.105, Rp 1.135, Rp 1.170, Rp 1.225. 

Support: Rp 1.065, Rp 1.040, Rp 990, Rp 935.

Rekomendasi: BUY Rp 1.060 - Rp 1.080, target Rp 1.105, Rp 1.135. Stop loss di bawah Rp 1.015.

3. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Resist: Rp 19.850, Rp 20.225, Rp 21.075, Rp 21.850. 

Support: Rp 19.275, Rp 18.575, Rp 17.825, Rp  16.550.

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 20.225, Rp 21.000. Stop loss di bawah Rp 18.575.

4. PT. Agung Podomoro Land Tbk (APLN) 

Resist: Rp 173, Rp 177, Rp 184, Rp 194. 

Support: Rp 167, Rp 164, Rp 161, Rp 157. 

Rekomendasi: BUY Rp 168- Rp1 70 target Rp 173, Rp 177. Stop loss di bawah Rp 157.

5. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

Resist: Rp 3.880, Rp 3.930, Rp 3.990, Rp 4.040. 

Support: Rp 3.810, Rp 3.760, Rp 3.690, Rp 3.640.

Rekomendasi: BUY Rp 3.830- Rp 3.850 target Rp 3.930, Rp 3.950. Stop loss di bawah Rp 3.760.

6. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Resist: Rp 4.480, Rp 4.550, Rp 4.600, Rp 4.770. 

Support: Rp 4.400, Rp 4.330, Rp 4.200, Rp 3.980.

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 4.480, Rp 4.500. Stop loss di bawah Rp 4.200.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA