Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

LaNyalla Dorong Penyelamatan Kebencanaan Masuk Kurikulum Khusus

Senin 05 Dec 2022 03:33 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Palang Merah Indonesia (PMI) siagakan ratusan relawan selama enam bulan untuk penanganan tanggap darurat hingga pemulihan pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Ketua DPD LaNyalla mendorong materi penyelamatan kebencanaan masuk kurikulum khusus.

Palang Merah Indonesia (PMI) siagakan ratusan relawan selama enam bulan untuk penanganan tanggap darurat hingga pemulihan pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Ketua DPD LaNyalla mendorong materi penyelamatan kebencanaan masuk kurikulum khusus.

Foto: istimewa
Ketua DPD LaNyalla mendorong materi penyelamatan kebencanaan masuk kurikulum khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong materi penyelamatan kebencanaan masuk kurikulum khusus.

LaNyalla dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Sabtu, mengatakan bencana yang terjadi tak jarang memakan korban siswa yang masih melakukan aktivitas di lingkungan sekolah.

Baca Juga

"Kebencanaan seperti gempa bumi, banjir dan longsor datangnya seringkali tidak terduga dan memakan korban. Para siswa belum mampu melakukan penyelamatan diri dan berpotensi menjadi korban," katanya.

Untuk itu, LaNyalla mendorong agar penyelamatan diri saat menghadapi kebencanaan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah atau kurikulum khusus.

"Artinya, sekolah yang berada di daerah rawan bencana, materi penyelamatan kebencanaan lebih dianjurkan untuk dipelajari secara mendalam," ujarnya.

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, materi penyelamatan diri dari kebencanaan harus lebih ditekankan pada daerah-daerah rawan bencana.

"Karena masyarakat dan siswa di daerah rawan bencana secara praktik harus mengetahui tindakan pertama saat ada bencana. Sedangkan daerah yang lebih aman penekanannya pada pengetahuan," kata dia.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA