Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Iran Eksekusi Empat Orang yang Dituduh Bekerja untuk Intelijen Israel

Ahad 04 Dec 2022 17:22 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Suasana Kota Teheran,Iran. Iran pada Ahad (4/12/2022) mengeksekusi empat orang yang dituduh bekerja dengan dinas intelijen Israel.

Suasana Kota Teheran,Iran. Iran pada Ahad (4/12/2022) mengeksekusi empat orang yang dituduh bekerja dengan dinas intelijen Israel.

Foto: Republika/Maman Sudiaman
Iran laksanakan hukuman itu empat hari setelah mahkamah agung menguatkan hukuman mati

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran pada Ahad (4/12/2022) mengeksekusi empat orang yang dituduh bekerja dengan dinas intelijen Israel. Situs web pengadilan Mizan Online melaporkan, Iran melaksanakan hukuman itu empat hari setelah mahkamah agung menguatkan hukuman mati untuk kerja sama intelijen dengan rezim Zionis dan penculikan.

"Pagi ini, hukuman empat anggota utama geng mafia yang terkait dengan dinas intelijen Zionis dieksekusi,” lapor situs web pengadilan Mizan Online.

Baca Juga

Mizan Online mengidentifikasi orang-orang itu sebagai Hossein Ordoukhanzadeh, Shahin Imani Mahmoudabad, Milad Ashrafi Atbatan dan Manouchehr Shahbandi Bojandi. Namun tidak ada penjelasan detail tentang latar belakang mereka. Sementara tiga terdakwa lainnya dijatuhi hukuman antara lima dan 10 tahun penjara karena kejahatan terhadap keamanan negara, keterlibatan dalam penculikan dan kepemilikan senjata.

Iran dan Israel telah terlibat dalam perang bayangan selama bertahun-tahun. Iran menuduh Israel melakukan serangan sabotase terhadap situs nuklirnya dan pembunuhan, salah satunya terhadap ilmuwan nuklir. Pada 22 Mei, Garda Pengawal Revolusi Islam Iran mengeklaim telah menangkap anggota jaringan yang bertindak di bawah arahan dinas intelijen Israel.

"Orang-orang ini melakukan pencurian, penghancuran properti pribadi dan publik, penculikan dan pemerasan pengakuan palsu," kata pernyataan Garda Revolusi Iran, dilaporkan Alarabiya, Ahad (4/12/2022).

Pada akhir Juli, Iran melaporkan penangkapan tambahan, dari beberapa orang yang diduga terkait dengan Mossad Israel. Termasuk dugaan anggota kelompok pemberontak Kurdi yang berencana menargetkan situs-situs sensitif.

Eksekusi dilakukan pada saat ketegangan meningkat di Iran setelah aksi protes nasional yang dipicu oleh kematian seorang wanita Kurdi, Mahsa Amini (22 tahun) dalam tahanan pada 16 September. Amini meninggal dunia setelah ditangkap oleh polisi morali di Teheran karena diduga melanggar aturan berpakaian yang ditetapkan pemerintah Iran.

Lebih dari 300 orang tewas dalam aksi protes itu, termasuk puluhan anggota pasukan keamanan. Sementara ribuan orang lainnya telah ditangkap, di antaranya sekitar 40 orang asing.

Iran menuduh Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Inggris, Israel, dan kelompok Kurdi yang berbasis di luar negeri, mengobarkan kerusuhan. Peradilan Iran telah mengkonfirmasi enam hukuman mati atas protes tersebut. Kelompok hak asasi manusia Amnesti Internasional mengatakan bahwa, berdasarkan laporan resmi, setidaknya 21 orang yang saat ini diadili didakwa dengan kejahatan yang dapat membuat mereka dihukum gantung. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA