Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Kremlin: Rusia Terbuka Negosiasi Selesaikan Konflik Ukraina

Ahad 04 Dec 2022 06:39 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya

Penduduk setempat bereaksi di dekat rumah yang hancur setelah serangan udara Rusia baru-baru ini di Chasiv Yar, Ukraina, Ahad, 27 November 2022.

Penduduk setempat bereaksi di dekat rumah yang hancur setelah serangan udara Rusia baru-baru ini di Chasiv Yar, Ukraina, Ahad, 27 November 2022.

Foto: AP Photo/Andriy Andriyenko
Rusia tetap tidak akan menarik diri dari Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin terbuka untuk pembicaraan tentang kemungkinan penyelesaian konflik di Ukraina dan percaya pada solusi diplomatik. Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan siap untuk berbicara dengan pemimpin Rusia.

Juru bicara Istana Kremlin Dmitry Peskov memberikan nada positif ketika ditanya tentang pernyataan Biden. Dia mengatakan bahwa Putin tetap terbuka untuk negosiasi tetapi Rusia tidak akan menarik diri dari Ukraina.

Baca Juga

"Presiden Federasi Rusia selalu, sedang, dan tetap terbuka untuk negosiasi guna memastikan kepentingan kami," kata Peskov.

Biden sebelumnya mengatakan satu-satunya cara untuk mengakhiri perang di Ukraina adalah dengan menarik pasukan Putin. Dia menilai bahwa jika Putin ingin mengakhiri konflik maka Biden akan siap untuk berbicara dengannya.

"Intinya, itulah yang dikatakan Biden. Dia mengatakan bahwa negosiasi hanya mungkin dilakukan setelah Putin meninggalkan Ukraina," ujar Peskov saat ditanya apakah cara Biden membingkai kontak potensial berarti bahwa negosiasi tidak mungkin dilakukan dari sudut pandang Rusia.

Saat melakukan pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Gedung Putih, Biden mengatakan, kedua kepala negara telah sepakat bahwa akan bekerja sama untuk meminta pertanggungjawaban Putin. Putin dinilai telah melakukan perang "barbar". Sedangkan Putin telah menegaskan tidak menyesal meluncurkan "operasi militer khusus" melawan Ukraina.

Rusia telah mengklaim sekitar seperlima dari wilayah Ukraina pasca-Uni Soviet, aneksasi yang Barat dan Ukraina katakan tidak akan pernah diterima. Peskov mengatakan bahwa penolakan AS untuk mengakui wilayah baru sebagai wilayah Rusia menghalangi pencarian potensi kompromi.

"Ini secara signifikan mempersulit pencarian landasan bersama untuk diskusi," kata Peskov.

Peskov menegaskan operasi militer Rusia akan berlanjut di Ukraina. "Namun pada saat yang sama, sangat penting untuk memberikan ini bersamaan, Presiden Putin telah, sedang dan tetap terbuka untuk kontak, untuk negosiasi. Tentu saja, cara yang paling disukai untuk mencapai kepentingan kita adalah melalui cara diplomatik yang damai," ujarnya. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA