Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Anak Sering Mengompol? Waspadai Penyakit Ini

Sabtu 03 Dec 2022 09:25 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Anak mengompol/ilustrasi

Anak mengompol/ilustrasi

Foto: Pixabay
Salah satu gejala diabetes pada anak adalah sering mengompol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Spesialis Anak Konsultan Endokrin Ghaisani Fadiana mengingatkan orang tua perlu waspada anak terkena diabetes melitus jika masih sering mengompol meskipun sudah selesai toilet training.

"Karena gula darah di dalam darah tinggi, maka akan keluar banyak dari ginjal. Gejalanya sering pipis atau pipisnya banyak. Salah satu gejalanya yang lain adalah sering mengompol di malah hari," katanya dalam diskusi daring yang ditayangkan lewat Instagram RSCM Kencana, Jumat (2/12/2022).

Baca Juga

Gejala lain dari diabetes adalah banyak minum. Hal tersebut lantaran anak sering buang air kecil sehingga berakibat pada kekurangan cairan dan tubuh merespons dengan membutuhkan lebih banyak air. Akibatnya, anak akan sering minum dan bahkan sering terlihat seperti kehausan.

"Selain itu disertai dengan sering terlihat lapar, jadi sedikit-sedikit ingin makan tapi anehnya berat badan tidak naik atau berat badan turun. Itu gejala utamanya," ujarnya.

Anak penderita diabetes juga sering kali cepat lelah dan aktivitas fisik yang tidak terlalu baik. Jika anak sudah memiliki gejala-gejala diabetes tersebut, ia menyarankan orang tua untuk segera memeriksakan anak ke dokter spesialis anak.

"Biasanya akan ditanyakan lagi ya riwayat keluarga seperti apa. Kalau memang tadi ada gejala-gejala yang mengarah ke gejala diabetes tentu akan ada beberapa pemeriksaan dan setelah itu akan dilakukan pemeriksaan darah," ucap dia.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik dan Diabetes Dicky L Tahapary menyampaikan pada orang dewasa memiliki gejala yang sama dengan anak yakni sering buang air kecil. Pasien biasanya sering haus dan lapar serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Selain itu, biasanya penyakit diabetes melitus baru terdeteksi setelah pasien mengalami komplikasi seperti kesemutan di kaki, gangguan ereksi, serangan jantung, fungsi ginjal menurun dan stroke.

"Bagi dewasa, jika sudah ada keluhan diabetes atau beresiko lakukan evaluasi supaya ketahuan sedini mungkin karena gejalanya hanya timbul kalau gula darah sudah cukup tinggi atau timbul komplikasi apapun jenis diabetesnya," ucap dia.

 

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA