Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Integrasi Sistem Pembayaran se-Asia Tenggara Dikaji

Jumat 02 Dec 2022 22:18 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha

Pengunjung melakukan pembayaran menggunakan fitur scan QRIS saat acara bazar Palawan Pasar Pasaran di Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (26/11/2022). Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Kartika Wirjoatmodjo menyambut positif pertemuan Asean Banking Council (ABC) ke-50 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (30/11/2022) hingga Jumat (2/12/2022).

Pengunjung melakukan pembayaran menggunakan fitur scan QRIS saat acara bazar Palawan Pasar Pasaran di Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu (26/11/2022). Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Kartika Wirjoatmodjo menyambut positif pertemuan Asean Banking Council (ABC) ke-50 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (30/11/2022) hingga Jumat (2/12/2022).

Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Perbanas menginisiasi kelompok kerja untuk wujudkan sistem pembayaran inklusif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Kartika Wirjoatmodjo menyambut positif pertemuan ASEAN Banking Council (ABC) ke-50 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (30/11/2022) hingga Jumat (2/12/2022). Pria yang akrab disapa Tiko itu menyampaikan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) sebagai anggota Asean Bankers Association (ABA) menjadi tuan rumah yang dihadiri sekitar 200 perwakilan asosiasi perbankan dari negara-negara Asia Tenggara.

Tiko yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perbanas menyambut baik berbagai komitmen yang disepakati dalam ABC Meeting demi keberlanjutan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Kesepakatan itu meliputi pentingnya konektivitas, integrasi, dan keberlanjutan sistem pembayaran yang mampu meningkatkan skala dan kapasitas di level Asia Tenggara.

Baca Juga

"Namun, tentunya, kesepakatan tersebut dalam implementasinya harus disesuaikan dengan kondisi di masing-masing negara karena tantangan yang dihadapi masing-masing negara akan sangat berbeda," ujar Tiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Perbanas, ucap Tiko, akan menginisiasi sebuah kelompok kerja untuk mewujudkan sistem pembayaran yang yang inklusif di Asia Tenggara. Tiko melihat terobosan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dalam menghadirkan sistem pembayaran yang efektif dan efisien, baik melalui QRIS maupun BI Fast, terbilang sukses.

 

"Nah, hal ini bisa ditingkatkan skala dan kapasitasnya di level Asia Tenggara," kata Tiko.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertemuan ini menitikberatkan pentingnya pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Untuk itu, lanjut Perry, masing-masing perwakilan akan mengkaji dan menyiapkan regulasi yang memungkinkan terjadinya konektivitas dan integrasi sistem pembayaran antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Bank Indonesia, ucap Perry, menyambut baik inisiatif dalam mendorong integrasi transaksi perbankan.

"Kalau hambatan ini ditiadakan akan mampu meningkatkan volume dan transaksi sistem pembayaran di skala Asia Tenggara yang pada akhirnya memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi di kawasan," ujar Perry.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar juga sangat mendukung sistem keuangan digital dan berkelanjutan, serta integrasi keuangan di wilayah Asia Tenggara. Menurut Mahendra, interkoneksi sistem pembayaran tanpa batas berpotensi mendukung pengembangan ekonomi Indonesia dan juga global.

"Perlu ada kelompok kerja yang membahas bagaimana visi besar ini bisa diwujudkan bersama-sama. Untuk itu, masing-masing negara perlu mengkaji dan menyiapkan regulasi yang memungkinkan terjadinya konektivitas sistem pembayaran tanpa batas di kawasan Asia Tenggara," kata Mahendra.

Ketua Steering Committee ABC Meeting Taswin Zakaria mengapresiasi para perwakilan dari masing-masing negara dan asosiasi yang secara aktif turut mengusulkan dan merumuskan langkah-langkah yang akan diambil untuk merealisasikan berbagai komitmen yang telah disepakati bersama.

"Semoga pertemuan 50th ABC Meeting ini bisa menjadi booster dan pemercepat interkoneksi melalui inovasi digital," harap Taswin.

Sementara itu, Gubernur NTT Victor Laiskodat menyambut baik atas pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi acara. Victor mengatakan hal ini akan memberikan dampak besar bagi upaya pemulihan pariwisata NTT.

"Labuan Bajo menjadi salah satu destinasi prioritas di Indonesia. Kehadiran peserta ABC Meeting ke sini turut menjadi pendorong bagi pergerakan roda perekonomian di NTT yang sedang masa pemulihan pascapandemi covid-19," kata Victor.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA