Jumat 02 Dec 2022 10:33 WIB

Bawa Jerman Menang, Kai Havertz Serasa Nonton Film Horor

Havertz mencetak dua gol ke gawang Kosta Rika saat masuk dari bangku cadangan Jerman.

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah
 Kai Havertz dari Jerman
Foto: AP / Luca Bruno
Kai Havertz dari Jerman

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Kai Havertz berperan besar dalam kemenangan Jerman 4-2 atas Kosta Rika dalam laga terakhir Grup E, Jumat (2/12/2022) dini hari WIB. Sayangnya, kemenangan itu tak cukup mengantarkan Der Panzer lolos ke babak 16 besar. Sebab pada saat yang bersamaan, Jepang mengalahkan Spanyol 2-1 sehingga berhasil memuncaki Grup E. Spanyol lolos sebagai runner-up, unggul produktivitas gol atas Jerman.

Havertz didapuk menjadi man of the match dalam pertandingan di Stadion Al Bayt ini. Havertz masuk sebagai pemain pengganti saat Jerman tertinggal 2-1 dari Kosta Rika. Namun ia langsung memberikan dampak yang signifikan, untuk membawa timnya kembali berbalik unggul setelah mencetak gol pada menit ke-73 dan 85. Niklas Fullkrug membuat Jerman menutup pertandingan dengan kemenangan 4-2.

Baca Juga

Havertz menjadi pemain kedua Jerman yang mencetak dua gol sebagai pemain pengganti dalam satu pertandingan Piala Dunia, setelah Andre Schurrle saat melawan Brasil pada 2014. Meski demikian, rekor individual ini tak dibarengi pencapaian positif timnya.

Havertz pun menyebut kegagalan timnya di fase grup Piala Dunia kali ini seperti menonton film horor. Sebab, nasib negaranya tidak hanya ditentukan oleh diri sendiri, tapi pada pertandingan lain saat Jepang mengalahkan Spanyol. 

''Saat ini terjadi dengan cara seperti ini, rasanya seperti menonton film horor. Kami mempelajari pertandingan saat Jepang unggul, dan peringkat ditampilkan di stadion. Kami masih berharap Spanyol akan mencetak gol. Namun kemudian kami sadar bahwa pertandingan Jepang berakhir,'' ungkap Havertz, dikutip dari RFI, Jumat (2/12/2022).

Ia tak menyalahkan Spanyol, melainkan penampilan timnya ketika melawan Jepang dalam laga pembuka grup. Die Mannschaft kalah dengan skor yang sama seperti yang dialami Spanyol. Ia mengakui kalau selama empat tahun, segalanya tidak berjalan dengan baik bagi Jerman. Sebab di Rusia 2018, Jerman juga terhenti di fase grup.

"Sekarang kami telah disingkirkan dari fase grup dua kali. Saya pikir kami bukan tim turnamen lagi," kata penyerang Chelsea tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement