Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Israel Kecam Film di Netflix Kisahkan Pembantaian Keluarga Palestina pada 1948

Jumat 02 Dec 2022 06:40 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Menteri Keuangan Israel Avigdor Lieberman. Israel Kecam Film di Netflix Kisahkan Pembantaian Keluarga Palestina pada 1948

Menteri Keuangan Israel Avigdor Lieberman. Israel Kecam Film di Netflix Kisahkan Pembantaian Keluarga Palestina pada 1948

Foto: Reuters
Israel menuduh adegan pembunuhan keluarga Palestina narasi palsu yang dibuat-buat.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pejabat Israel mengecam film Netflix yang menunjukkan pembunuhan keluarga Palestina oleh pasukan Zionis selama perang Arab-Israel pada 1948. Adegan tersebut bahkan dituduh sebagai narasi palsu yang dibuat-buat.

Film Farha sebuah drama sejarah oleh pembuat film Yordania Darin J. Sallam dan entri Oscar Jordan untuk 2023. Film ini telah ditayangkan perdana di beberapa festival film secara global sejak dirilis pada 2021 dan mulai streaming di Netflix pada Kamis (1/12/2022).

Baca Juga

Film ini bercerita tentang seorang gadis Palestina berusia 14 tahun yang dikunci di ruang penyimpanan oleh ayahnya selama peristiwa Nakba. Gadis itu menyaksikan melalui celah di pintu dapur bahwa tentara Israel membunuh seluruh keluarga, termasuk seorang bayi dan dua anak kecil.

"Sangat gila Netflix memutuskan memutar film yang seluruh tujuannya adalah untuk menciptakan kepura-puraan palsu dan menghasut tentara Israel," kata Menteri Keuangan Israel yang akan keluar, Avigdor Lieberman dilansir dari Arab News, Kamis (1/12/2022).

 

Dia menambahkan akan mempertimbangkan mencabut dana negara dari Teater Al-Saraya di kota Jaffa yang mayoritas penduduknya Arab karena telah menayangkan Farha. Menteri Kebudayaan Israel Hili Tropper mengatakan film itu menggambarkan kebohongan dan fitnah, menggambarkan pemutarannya di bioskop Israel sebagai aib.

“Kami menanggapi hasutan dengan fakta kami (melanjutkan) memutar film tersebut. Tanggapan masyarakat, pendukung Saraya sekali lagi terbukti banyak. Kami berkomitmen membela hak kami untuk eksis dan mengekspresikan diri kami sendiri. Kami berkomitmen untuk kebebasan seni, semua seni," kata Manajer teater, Mahmoud Abo Arisheh dalam email ke The Guardian.

Nakba Palestina tahun 1948 menunjukkan pembersihan etnis dan pemindahan sekitar 700 ribu warga Palestina oleh milisi Irgun dan Stern Gang Zionis pra-negara Israel. Pada tanggal 9 April di tahun yang sama, pasukan Zionis, dalam salah satu kejahatan mereka yang paling terkenal, membunuh lebih dari 110 pria, wanita, dan anak-anak di desa Deir Yassin di pinggiran Yerusalem.

Penggambaran genosida yang dilakukan oleh pasukan Zionis selama perang 1948 tetap menjadi subjek yang sangat sensitif di Israel.

Dalam wawancara, Sallam mengatakan dia membuat Farha karena sangat sedikit film naratif tentang Palestina yang mengeksplorasi akar penyebab konflik tersebut. Dia mencatat Farha menceritakan kisah teman ibunya, yang pertama kali bertemu ibu Sallam di Suriah.

Dalam wawancara 2021 dengan Arab News, Sallam berkata: “Cerita itu berjalan selama bertahun-tahun untuk sampai ke saya. Itu tetap bersamaku. Ketika saya masih kecil, saya takut akan tempat-tempat tertutup dan gelap dan saya terus memikirkan gadis ini dan apa yang terjadi padanya," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA