Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

KB Bukopin Dapat Restu Right Issue 120 Miliar Saham

Kamis 01 Dec 2022 17:42 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Perusahaan Raksasa Keuangan dari Korea, KB Financial Group berupaya memperkuat komitmen ke PT Bank KB Bukopin Tbk. Hal ini dilakukan melalui penambahan modal rights issue yang sudah mendapat persetujuan para pemegang saham dalam rapat umum Pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 November 2022.

Perusahaan Raksasa Keuangan dari Korea, KB Financial Group berupaya memperkuat komitmen ke PT Bank KB Bukopin Tbk. Hal ini dilakukan melalui penambahan modal rights issue yang sudah mendapat persetujuan para pemegang saham dalam rapat umum Pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 November 2022.

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Rights issue KB Bukopin dengan terbitkan 120 saham baru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan Raksasa Keuangan dari Korea, KB Financial Group berupaya memperkuat komitmen ke PT Bank KB Bukopin Tbk. Hal ini dilakukan melalui penambahan modal rights issue yang sudah mendapat persetujuan para pemegang saham dalam rapat umum Pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 November 2022.

Didirikan sejak 1963, KB Financial Group adalah grup bisnis keuangan terbesar di Korea dengan total aset 560,1 miliar dolar AS dan basis pelanggan yang mencapai 70 persen populasi Korea. Perusahaan memiliki peringkat kredit tertinggi di antara bank-bank Korea, KB Financial Group juga dikenal sebagai entitas bisnis keuangan yang paling menguntungkan, solid, dan stabil.

Penambahan modal KB Bukopin rencananya akan dilakukan melalui penawaran umum terbatas (PUT VII) dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) atau right issue dengan menerbitkan saham baru seri B sebanyak-banyaknya 120 miliar lembar saham. 

Deputy President Director KB Bukopin, Robby Mondong mengatakan aksi korporasi tersebut merupakan upaya KB Bukopin dalam menjaga kecukupan modal sesuai regulasi dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan. 

“Dalam rangka menjaga daya saing yang sehat dan kuat di industri keuangan nasional maupun regional, sehingga dapat memberikan nilai tambah baik kepada pemegang saham, karyawan, manajemen, serta kepada pemegang kepentingan yang lebih luas (stakeholder),” ujarnya dalam keterbukaan informasi perusahaan, Kamis (1/12/2022).

Adapun tingkat kecukupan pemenuhan modal minimum per September 2022 berada level 17,59 persen (unaudited), telah sesuai dengan ketentuan PSAK 71. Hal ini sesuai dengan strategi KB Bukopin dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan, dibutuhkan tambahan modal untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Nasional.

Sesuai dengan keterbukaan informasi yang telah dipublikasikan oleh KB Bukopin pada 24 Oktober 2022, PUT VII direncanakan dengan menerbitkan saham baru, yaitu saham biasa Kelas B sebanyak-banyaknya 120 miliar saham. Adapun jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut, bergantung pada keperluan dana KB Bukopin dan harga dari pelaksanaan PUT VII. Dengan adanya tambahan struktur modal baru, KB Bukopin semakin siap dan optimis dalam berkompetisi di layanan industri keuangan Nasional.

Target KB Bukopin selanjutnya, tetap konsisten dalam pengembangan bisnis terutama pada segmen SME dan Ritel, serta dukungan dari pengembangan digitalisasi TI. Maka dalam jangka menengah diharapkan pertumbuhan bisnis semakin menuju arah yang stabil untuk mencapai profitabilitas yang berkesinambungan. 

Sebelumnya KB Bukopin secara nyata mulai merealisasikan tujuan untuk menjadi bank yang bebas dari bad loan dan menjadi clean bank. KB Bukopin pada Juni 2022 telah melakukan transaksi penjualan non performing loan (NPL) dan kredit berisiko sebanyak 180 debitur dengan nilai original principal balance sebesar Rp 4,14 triliun.

Rasio rentabilitas juga diharapkan dapat menunjukkan perbaikan seiring pertumbuhan kredit baru yang berkualitas. Pada Juni 2022 pertumbuhan kredit baru sebesar Rp 2,4 triliun. Adapun penggerak pertumbuhan kredit baru yang utama berasal dari segmen komersial dan retail dengan kontribusi masing-masing sebesar 42 persen dan 39 persen, sedangkan segmen MSME pertumbuhan kredit sebesar 19 persen.

Segmen komersial masih menjadi anchor pertumbuhan bisnis, optimalisasi partnership dari Korean link business dan Indo-Korean link business akan digencarkan oleh KB Bukopin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA