Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Core Values Ber-AKHLAK Rambah Kemenko PMK

Kamis 01 Dec 2022 17:35 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Ilustrasi ASN di Kemenko PMK.

Ilustrasi ASN di Kemenko PMK.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Presiden menegaskan setiap ASN harus memegang prinsip-prinsip dasar ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) menggandeng ESQ menggelar Pra-Launching sekaligus sosialisasi Core Values ASN (Aparatur Sipil Negara) Ber-AKHLAK dan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa di lingkupnya.

Kegiatan tersebut digelar secara offline di Ruang Herritage Kemenko PMK dan online melalui Zoom Meeting.

Baca Juga

Ber-AKHLAK adalah core values yang terdiri dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif.

Mewakili Muhajir Effendi selaku Menko PMK, Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi & Birokrasi Aris Darmansyah yang membuka acara secara resmi, dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Core Values BerAKHLAK yang merupakan nilai-nilai dasar bagi seluruh ASN telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dulu pada saat reformasi birokrasi kita mengedepankan 5S yaitu senyum, sapa, salam, sopan, santun. Namun sekarang Presiden Jokowi telah meluncurkan Core Values BerAKHLAK, yang merupakan nilai-nilai dasar bagi seluruh ASN yang jumlahnya 4,2 juta lebih di Indonesia ini," ujar Aris.

Ia mengingatkan kepada peserta yang hadir bahwa sebagai bagian dari ASN tentunya harus bisa melaksanakan core values BerAKHLAK di lingkupnya.

Untuk itu, katanya, motivator yang dihadirkan saat ini adalah Ary Ginanjar Agustian untuk memberikan motivasi kepada kita semua, untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

"Semoga kita semua bisa mendapatkan pencerahan dari Pak Ary agar lebih semangat dan bangga melayani bangsa," tutupnya.

Dalam perhelatan tersebut, Ary Ginanjar sebagai narasumber untuk memberikan motivasinya kepada para abdi negara dan insan Kemenko PMK berkaitan dengan SDM. Mengingat salah satu misi Kemenko PMK yakni Mendorong perwujudan manusia dan kebudayaan Indonesia yang berkualitas.

"Saya baru saja berbicara dihadapan 7000 ASN dari 73 Kementerian dan Lembaga. Dan hari ini sempurna karena ketemu Kemenko PMK. Orang orang yang terpilih dan dipilih untuk membangun manusia Indonesia," ucap Ary.

Ia menegaskan, kehadirannya di acara itu bukan hanya sebatas memberikan materi serta launching yang hanya menjadi pelengkap acara. Ia menginginkan ada perubahan positif yang terjadi selepas gelaran acara.

"Tetapi meskipun saya berbicara satu jam atau lebih kalau kita membuat keputusan untuk berubah, maka akan terjadi perubahan besar untuk Indonesia. Kalau kita tidak berubah tidak apa-apa, tapi lima tahun ke depan apa yang terjadi kalau ASN tidak berubah?" tanya Ary kepada partisipan yang hadir. 

Maka menurut Ary, permasalahan moral akan terus terjadi, bayangkan ribuan triliun itu dialirkan melalui kinerja ASN, tapi apabila tidak ada komitmen dan apabila tidak ada kesungguhan untuk melakukan perubahan apakah Indonesia emas akan tecapai atau tidak.

"Maka saya sampaikan kepada anda juga bagaimana kalau hari ini kita membuat keputusan untuk berubah menjadi lebih baik."

"Mari buat perubahan dan anda menjadi ujung tombak yang punya semangat. Jadi di akhir sesi ini hanya satu tujuan saya yaitu membuat keputusan untuk berubah menjadi lebih baik. Dengan begitu Kemenko PMK akan lebih bermakna," sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa setiap ASN dimanapun bertugas seharusnya memegang teguh nilai-nilai dasar serta semboyan yang sama. Seluruh ASN dari berbagai latar belakang profesi, seperti dosen, guru, jaksa, dokter, perawat, analis kebijakan, administrator, maupun petugas Satpol PP harus mempunyai nilai dasar dan proposisi nilai rujukan yang sama.

“ASN yang bertugas sebagai pegawai pusat maupun pegawai daerah harus mempunyai core values yang sama,” ujar presiden saat peluncuran core berakhlak di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA