Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Lobster dan Wine Jadi Suguhan Gala Dinner Biden dan Macron

Kamis 01 Dec 2022 10:59 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Lobster Maine dan wine California menjadi menu hidangan gala dinner antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Lobster Maine dan wine California menjadi menu hidangan gala dinner antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Foto: EPA-EFE/STEPHANIE LECOCQ
Gedung Putih menghidangkan menu makanan khas dan wine Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Lobster Maine dan wine California menjadi menu hidangan gala dinner antara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Biden menyuguhkan hidangan dengan cita rasa Amerika dalam jamuan makan malam kenegaraan bersama Macron pada Kamis malam (1/12/2022) di Gedung Putih.

Biden dan istrinya, Jill, serta Macron dan istrinya, Brigitte, akan makan malam bersama di South Lawn, Gedung Putih. Makan malam ini merupakan acara inti dari kunjungan kenegaraan pertama yang diselenggarakan oleh Biden sejak dia menjabat pada awal 2021.

Gedung Putih menghidangkan menu makanan khas Amerika, yaitu lobster yang didatangkan dari daerah Maine dan dimasak dengan mentega, beserta kaviar American Osetra, serta daging sapi dan kentang. Hidangan itu juga dilengkapi dengan keju dari Oregon, California, dan Wisconsin.

Hidangan santap malam itu akan ditemani dengan wine dari California, yaitu Newton "Unfiltered" Chardonnay dan Anakota "Knights Valley" Cabernet Sauvignon, bersama wine bersoda California dengan akar Prancis, Roederer Estate Brut Rose. Sementara makanan penutupnya yaitu kue sifon Orange dan pir panggang dengan saus jeruk bersama dengan es krim creme fraiche.

Menyajikan wine buatan Amerika untuk tamu kenegaraan dari Prancis, tidak asing bagi Biden. Sebelumnya mantan Presiden AS Donald Trump menyuguhkan wine Chardonnay "Domaine Serene" dari Oregon, dan Pinot Noir dari kilang wine "Domaine Drouhin" yang berakar dari Burgundy pada 1880-an kepada Macron.

Sementara mantan Presiden Barack Obama menyuguhkan Chardonnay dari Winery Thibaut-Janisson di Virginia Presiden Prancis François Hollande. Winery ini didirikan oleh dua penduduk asli Prancis.

Macron tiba di Washington pada Selasa (29/11/2022) untuk kunjungan kenegaraan keduanya ke Amerika Serikat sejak menjabat pada 2017. Biden bersama istrinya, Jill dan Macro beserta istrinya, Brigitte melakukan pertemuan awal sebelum pembicaraan resmi pada Kamis (1/12/2022). Mereka naik kendaraan dengan iring-iringan kepresidenan AS ke kawasan bersejarah Georgetown dan makan malam bersama di sebuah restoran Italia, Fiola Mare.

Presiden Macron berbicara kepada anggota parlemen AS pada Rabu (30/11/2022) dalam pertemuan tertutup. Dalam pertemuan dengan anggota parlemen AS di Library of Congress, Macron mengatakan Undang-Undang Pengurangan Inflasi sangat agresif terhadap perusahaan-perusahaan Eropa.

Para pemimpin Eropa mengeluhkan tentang paket legislatif, yang ditandatangani oleh Biden pada Agustus, yang menawarkan subsidi besar-besaran untuk produk buatan AS. Menurut mereka kebijakan ini merugikan perusahaan non-Amerika dan menjadi pukulan serius bagi ekonomi Eropa.

Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan, undang-undang tersebut memberikan peluang yang signifikan bagi perusahaan Eropa serta manfaat bagi keamanan energi Uni Eropa. Undang-undang ini akan berkontribusi pada pertumbuhan sektor energi bersih secara global.

Macron adalah pemimpin asing pertama yang disambut dengan jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih Biden. Ini adalah sebuah tanda bahwa Macron merupakan sosok penting bagi Washington. Makan malam formal pada Kamis akan menampilkan musik dari Jon Batiste.

Sebelumnya, Macron mengunjungi markas NASA bersama Wakil Presiden Kamala Harris. Dalam kunjungan itu, Macron mengatakan, AS-Prancis harus menjalin kerja sama penting untuk melawan risiko konflik di luar angkasa.  Keduanya mengumumkan kerja sama baru AS-Prancis di luar angkasa selama pertemuan di Paris setahun lalu.

Macron mengatakan, luar angkasa mewakili "tempat konflik baru". Oleh karena itu, penting bagi Prancis dan Amerika Serikat untuk bekerja sama dalam menetapkan aturan dan norma karena mereka memiliki komitmen yang sama terhadap sains serta nilai-nilai demokrasi.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA