Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Pencarian 12 Orang Korban Hilang Gempa Cianjur Diperpanjang Tiga Hari

Rabu 30 Nov 2022 19:00 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Teguh Firmansyah

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (25/11/2022) korban jiwa bertambah 17 jenazah dengan jumlah total 310 korban jiwa. Republika/Thoudy Badai

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (25/11/2022) korban jiwa bertambah 17 jenazah dengan jumlah total 310 korban jiwa. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Pihak keluarga masih berharap korban yang hilang dapat ditemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Proses pencarian korban hilang akibat bencana gempa Cianjur diperpanjang hingga tiga hari ke depan. Keputusan ini merespons pada keinginan keluarga korban yang berharap korban bisa ditemukan.

"Pada hari ini ada penambahan penemuan pencarian yakni satu orang korban, sehingga yang meninggal dunia bertambah menjadi 328 jiwa,'' ujar Bupati Cianjur Herman Suherman kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Rabu (30/11/2022).

Baca Juga

Oleh karenanya korban hilang yang masih dalam pencarian sampai saat ini tinggal 12 jiwa. Sementara korban luka berat sebanyak 595 orang dan yang masih dirawat di semua rumah sakit Cianjur sebanyak 61 orang.

Herman menuturkan, Basarnas secara aturan pencarian berakhir pada Rabu ini. Namun melihat kondisi di lapangan dan ahli waris korban berharap untuk ditemukan korban hilang di longsor akibat gempa, maka diusulkan penambahan waktu pencarian tiga hari ke depan.

Dalam tempo waktu tiga hari ini diharapkan bisa segera ditemukan para korban. "Mohon doanya agar cuaca baik dan Basarnas bisa menemukan sebanyak 12 jiwa yang masih hilang," tutur Herman.

Adapun pengungsian, kata Herman, masih tetap seperti sebelumnya. Sesuai dengan surat pemda kepada para camat dan kades di 16 kecamatan yakni memerintahkan warga segera bertahap kembali ke rumahnya masing-masing. Dengan catatan, struktur rumah tidak rusak.

"Untuk rumah yang mengalami rusak ringan dan sedang, inipun dipersilahkan melihat kondisi rumah dan melakukan perbaikan,'' kata Herman. Syaratnya rumah tersebut sudah di asesesmen oleh tim yang bergerak di lapangan.

Herman menuturkan, kerugian materiil yang sudah diverifikasi sampai dengan Rabu sekitar pukul 15.00 WIB menyebutkan total rumah rusak mencapai 17.864 unit. Rinciannya rusak berat 4.376 unit, rusak sedang 5.306, dan rusak ringan 8.182 unit.

Sementara infrastrukrur masih tetap. Rinciannya sekolah 511 unit, tempat ibadah 160 unit, fasilitas kesehatan 14 unit dan gedung kantor 17 unit. Tim verifikasi hingga kini terus bergerak dalam mendata kerusakan rumah berdasarkan klasifikasi rumah rusak berat, sedang, dan ringan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA