Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Pemprov DKI Gelar Pasar Murah Tekan Kenaikan Harga Pangan

Rabu 30 Nov 2022 18:36 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Warga antre membeli telur ayam ras saat operasi pasar panga murah di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2022).

Warga antre membeli telur ayam ras saat operasi pasar panga murah di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2022).

Foto: Prayogi/Republika.
Dinas KPKP DKI menggandeng Bulog dan Badan Pangan Nasional gelar pasar pangan murah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyusun kegiatan pasar murah di sejumlah titik untuk menekan kenaikan sejumlah harga pangan menjelang Natal dan akhir tahun. Adapun titik kegiatan pasar murah rencananya dilaksanakan di rumah susun (rusun), ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), kantor kelurahan, kecamatan, dan wali kota.

"Kami menyelenggarakan kegiatan pasar murah, bazar pangan serta kegiatan yang berhubungan dengan kestabilan ketersediaan serta harga," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI, Suharini Eliawati di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Meski begitu, Suharini tidak menjabarkan selisih harga dari harga di pasaran pada kegiatan pasar murah tersebut. Pihaknya akan bekerja sama dengan Bulog, Badan Pangan Nasional, para pelaku usaha dan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjamin kecukupan pangan masyarakat.

"Kami memastikan ketersediaan pangan di DKI Jakarta hingga 2023 dalam kondisi aman dan cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ucap Suharini.

 

Upaya lain yang dilakukan, di antaranya mengoptimalkan titik distribusi pangan yang dikelola Perumda Pasar Jaya di lima wilayah kota dan satu kabupaten dalam penyaluran atau pendistribusian pangan subsidi untuk masyarakat tertentu. Dinas KPKP juga bekerja sama dengan Bulog mendistribusikan beras program keluarga harapan dalam upaya menstabilkan harga beras dan ketersediaan pasokan.

Selain itu, pihaknya menggandeng Polda Metro Jaya terkait pengawasan penyediaan serta pendistribusian pangan serta penegakan hukum terkait potensi pelanggaran. Suharini menambahkan, komoditas pangan yang terpantau mengalami kenaikan harga adalah beras dan telur ayam.

Dia menjelaskan, kenaikan harga beras dikarenakan naiknya harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Sedangkan harga telur naik dikarenakan permintaan yang tinggi sehingga stok yang ada di peternak berkurang. Di Pasar Cibubur, Jakarta Timur misalnya harga telur ayam berkisar Rp 30 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya yang hanya Rp 27 ribu per kg.

"Selain peningkatan harga terjadi peningkatan kebutuhan menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 rata-rata antara 0,76 persen hingga 12,72 persen dibandingkan bulan normal," kata Suharini

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA