Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Tempat Perlindungan Serangan Udara PD II Berubah Jadi Pertanian Bawah Tanah

Rabu 30 Nov 2022 01:15 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Zero Carbon Farms menanam herbal dan sayuran di Clapham, London selatan, daerah padat penduduk tanpa ruang untuk pertanian konvensional.

Zero Carbon Farms menanam herbal dan sayuran di Clapham, London selatan, daerah padat penduduk tanpa ruang untuk pertanian konvensional.

Foto: Republika
Tempat perlindungan serangan udara Perang Dunia II disulap jadi kebun

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tempat perlindungan serangan udara Perang Dunia II di bawah tanah disulap menjadi kebun yang berisi daun ketumbar. Tanaman ini menghadap sinar lampu LED dan menampilkan visi tentang pertanian berkembang di masa depan.

Zero Carbon Farms menanam herbal dan sayuran di Clapham, London selatan, daerah padat penduduk tanpa ruang untuk pertanian konvensional. Namun kondisi itu bukan penghalang, sebab 30 meter di bawah tanah terdapat satu kilometer terowongan dengan didukung teknologi membuat pertanian dapat dilakukan.

Tujuh tahun setelah panen pertama, perusahaan akan segera menggandakan ruang pertumbuhan tanaman. Upaya ini menanggapi permintaan yang kuat untuk kacang pea, arugula, dan selada air dari pengecer besar Inggris seperti Marks & Spencer dan restoran lokal.

Pembeli menyukai kesegaran produk yang dapat disajikan di piring makan dalam waktu dua jam setelah panen. Ditambah lagi pengiriman yang berasal dari dalam kota langsung membuat tanpa menimbulkan emisi melalui udara atau dari perjalanan jauh.

"Masa depan sangat, sangat cerah untuk industri ini dan saya pikir apa yang benar-benar akan menjadi titik poros mendasar adalah penerapan teknologi yang tepat," kata kepala penanam pertanian tersebut Tommaso Vermeir.

Pertanian vertikal atau nama yang diberikan untuk produksi tanaman dalam serangkaian tingkat bertumpuk ini seringkali dalam lingkungan yang terkendali. Cara ini merupakan industri yang berkembang pesat dengan miliaran dolar yang dipompa ke proyek-proyek di seluruh dunia.

Upaya ini dilihat sebagai bagian dari solusi terhadap tantangan ketahanan pangan yang ditimbulkan oleh ekspansi populasi pada saat perubahan iklim dan geopolitik mengancam pasokan. Namun, tumbuh dengan cahaya buatan lebih intensif energi daripada pertanian konvensional dan biaya produksi yang tinggi telah menjadi tantangan bagi pertanian vertikal di seluruh dunia.

"Apa yang membuat industri ini begitu menarik dan menantang adalah tidak ada yang bisa memecahkannya," kata direktur pengembangan bisnis Zero Carbon Farm Olivia O'Brien.

Pertanian berlokasi di bawah tanah menyediakan insulasi bawaan dari hawa dingin. Perusahaan memiliki virtual private wiring yang membawa energi dari sumber terbarukan. Harga energi telah melonjak tahun ini, menurut Vermeir, pengaturan dengan unit bisnis pemasok Octopus Energy memberikan harga yang lebih baik daripada jika mengambil energi dari jaringan seperti pelanggan lainnya.

Pertanian bawah tanah London juga menggunakan lebih sedikit air hingga 70-90 persen dan pupuk 95 persen daripada pertanian pada umumnya. Proses pertumbuhan juga terjadi sepanjang tahun dengan kecepatan lebih cepat.

Zero Carbon Farms menganggap cara tidak konvensional ini memiliki keunggulan dibandingkan lusinan proyek pertanian vertikal lainnya yang bermunculan di Inggris. Kredensial berkelanjutan dan pengalamannya selama bertahun-tahun diharapkan akan menghasilkan hasil yang lebih tinggi dari ruang pertanian baru.

Benih ditabur di atas potongan karpet dan meskipun tidak ada tanah di pertanian ini, para pekerja mengenakan seragam yang mencakup aksesori pertanian klasik sepatu bot Wellington. Mereka mengiris daun dari batangnya dengan pisau besar, pengawas pertanian Riley Anderson yang merupakan salah satu dari 35 karyawan perusahaan mengatakan, ini bukan pekerjaan biasa di London.

"Saya tidak ingin bekerja di kantor. Saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda dan ini pasti memenuhi syarat," kata pria berusia 27 tahun itu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA