Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Watik, Upaya Penyelamatan Lingkungan dengan Media Pertunjukan Wayang

Senin 28 Nov 2022 19:53 WIB

Rep: Muhammad Rizki Triyana/ Red: Wisnu Aji Prasetiyo

Watik bertujuan untuk memberikan pertunjukan yang berisi edukasi terkait dengan permasalahan lingkungan.

Foto: Dok. Istimewa
EMBED
Watik terbentuk dari keresahan akan isu lingkungan sampah plastik yang belum usai.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Bermula dari menurunnya budaya bertutur atau mendongeng terdahap anak-anak serta keresahan akan isu lingkungan sampah plastik yang belum usai, Wayang Plastik (Watik) mulai terbentuk oleh tiga muda mudi yaitu Ari  Nugraha, Reksi Muhammad Sidi dan Zyfra Hatika yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat.

Pendiri Watik Ari Nugraha menyampaikan penggunaan barang bekas sebagai material dalam pembuatan Watik bertujuan untuk memberikan pertunjukan yang berisi edukasi terkait dengan permasalahan lingkungan. Menurut dia, limbah seperti kantong plastik dan botol bekas bisa menjadi media kreatif.

Sementara itu, menurut Reksi, perjalanan Watik sendiri sudah dimulai sejak tahun 2019 dan sudah melakukan beberapa kegiatan. Seperti halnya membuat workshop dan pertunjukan bagi masyarakat umum khususnya anak-anak. Ia menambahkan, saat ini keberadaan Watik sendiri tidak hanya diterima oleh masyarakat Indonesia, namun, dunia internasional pun mulai menikmati pertunjukan budaya bertutur dalam mengkampanyekan upaya menjaga  lingkungan sekitar.

 

 

Videografer & Video Editor | Muhammad Rizki Triyana

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA