Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Bandung Barat Tetapkan Siaga Darurat Bencana

Senin 28 Nov 2022 14:17 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah warga mengikuti simulasi penanggulangan bencana gempa bumi sesar lembang di Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (ilustrasi)

Sejumlah warga mengikuti simulasi penanggulangan bencana gempa bumi sesar lembang di Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (ilustrasi)

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Sejumlah persiapan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan siaga darurat bencana terhitung 1 November tahun 2022 hingga 30 April 2023. Sejumlah persiapan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana longsor, angin puting beliung dan banjir bandang.

"Kita dari sisi kebijakan pemda siaga darurat 1 November sampai 30 April tahun 2023, dalam kondisi siaga artinya menyiapkan kesiapan personel dan peralatan manakala perlu mobilisasi penanganan darurat," ujar Kepala BPBD Kabupaten Bandung Barat Duddy Prabowo saat dihubungi, Senin (28/11/2022).

Baca Juga

Jumlah personel sendiri ia menuturkan terdapat 50 orang. Namun, penanganan kebencanaan sendiri di lapangan melibatkan aparat kewilayahan, relawan, muspika dan lainnya.

Dalam kondisi siaga darurat, Duddy mengatakan pihaknya berupaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir bandang dan puting beliung. Namun, di Kabupaten Bandung Barat bencana longsor dominan terjadi di lapangan.

"Kondisi Kabupaten Bandung Barat longsor dominan paling sering terjadi dan itu longsor hampir merata di tiap kecamatan baik di wilayah selatan, utara dan barat," katanya.

Ia menyebut wilayah seperti Rongga, Gunung Halu, Cililin, Sindangkerta, Cihampelas, Cipatat, Cikalong Wetan, Lembang, Parongpong memiliki potensi longsor. Termasuk Ngamprah. Memasuki musim hujan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat keluar rumah dan hujan. Termasuk antisipasi jika terjadi angin kencang.

"Di wilayah wisata di Lembang ini banyak wisata alam terbuka berpotensi pohon tumbang, untuk menghindari papan reklame saat tumbang," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA