Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Lima Penyakit Dominasi Penyakit Dialami Pengungsi Korban Gempa Cianjur

Senin 28 Nov 2022 02:18 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Bayu Hermawan

Pengungsi menyaksikan pertandingan piala dunia di dalam tenda darurat di Kampung Gasol, Desa Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). Beberapa pengungsi korban gempa Cianjur mengisi waktu malam hari di tenda pengungsian dengan menggelar tahlil dan menyaksikan pertandingan piala dunia. Republika/Thoudy Badai

Pengungsi menyaksikan pertandingan piala dunia di dalam tenda darurat di Kampung Gasol, Desa Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). Beberapa pengungsi korban gempa Cianjur mengisi waktu malam hari di tenda pengungsian dengan menggelar tahlil dan menyaksikan pertandingan piala dunia. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
ISPA menjadi salah satu penyakit yang dialami para pengungsi korban gempa Cianjur.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Para pengungsi korban bencana gempa Cianjur kebanyakan mengalami lima jenis penyakit. Namun tren kasus penyakit pada warga yang mengungsi mulai mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

''Di lokasi pengungsian ada lima jenis penyakit yakni ISPA kaitan cuaca panas dan hujan, gastritis, hipertensi, diare, dan diabetes,'' ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes, Sumarjaya kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Ahad (27/11/2022). 

Baca Juga

Berdasarkan data dihimpun sejak 23 November 2022 terjadi tren naik kasus penyakit hingga 744 kasusnya. Namun lanjut Jaya, kasus sekarang turun atau melandai berkat mengendalilan penyakit di pengungsian. Kini dari data terakhir turun hingga 600 kasus.

Menurut Jaya, setelah fokus pads penanganan trauma dan kini kedua non trauma seperti penanganan penyakit di pengungsian. Di mana ada sebanyak 2.675 relawan yang dikerahkan dan dua ribu relawan di pengungsian di Cianjur masih aktif.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai Senin (28/11/2022) mengirimkan tim dukungan kesehatan jiwa psikososial ke lokasi pengungsian korban gempa Cianjur. Langkah ini sebagai bagian dari pemulihan trauna korban bencana gempa Cianjur.

''Pada kasus bencana belum memikirkan dukungan kesehatan jiwa psikososial atau pedampingan trauma healing dan kini diturunkan tim di pengungsian mulai Senin,'' ujar Plt Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes, Sumarjaya di Pendopo Kabupaten Cianjur, Ahad (27/11/2022). 

Di mana dalam 1 tim terdiri 5 orang yakni psikater dua orang, satu orang psikolog, dan dua perawat jiwa. Menurut Jaya, berdasarkan data lokasi pengungsian sementara sebanyak 209 titik. Maka dibutuhkan sebanyak 105 psikaiter, 210 psikolog dan 210 perawat jiwa.

Rencananya lanjut Jaya, satu tim akan menyelesaikan dua tempat pengungsian. Dengan layanan ini masyarakat bisa memperoleh pelayanan dukungan kesehatan jiwa psikosial.

''Terkait status gizi disiapkan dapur penambahan makanan balita dan bayi di pengungsian,'' kata Jaya. 

Selain itu dilakukan pelayanan kesehatan reproduksi ibu hamil, mengendalilan sampah, dan fogging sebagai upaya pencegahan penyakit di pengungsian.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA