Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Konsursium Arab Saudi Bantah akan Akuisisi MU, Ingin Fokus Besarkan Newcastle

Ahad 27 Nov 2022 19:30 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Sebuah foto yang diambil menggunakan drone menunjukkan stadion Old Trafford Manchester United setelah pemilik keluarga Glazer mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menjual klub tersebut.

Sebuah foto yang diambil menggunakan drone menunjukkan stadion Old Trafford Manchester United setelah pemilik keluarga Glazer mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menjual klub tersebut.

Foto: AP Photo/Jon Super
Keluarga Glazer sudah mulai malas mengurus MU.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pemerintah Arab Saudi menepis kabar tertarik untuk membeli Manchester United dari keluarga Glazer. Saudi menegaskan mereka ingin fokus membesarkan Newcastle yang diambil alih tahun lalu, melalu Dana Investasi Publik (PIF). 

Dalam akuisi itu, PIF membeli 80 persen saham the Magpies. PIF disebut-sebut memiliki nilai perusahaan sebesar 320 miliar poundsterling, atau sekitar 13 kali lebih kaya dari pemilik Manchester City. Dikutip dari Tribalfootball, Ahad (26/11/2022), meski punya kekayaan melimpah, PIF tidak mau membeli United, karena sudah menjadi pemegang saham prioritas di Newcastle. 

Baca Juga

''PIF baru saja berinvestasi di Newcastle dan saya pikir kami fokus untuk itu. Kalau ada investor swasta yang mau masuk, kenapa tidak. Saya pikir ini adalah peluang yang bagus dan jika jumlahnya bertambah, kita semua bisa mendapatkan keuntungan dari persepektif bisnis,'' kata menteri olahraga Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Turki Al-Faisal.

Keluarga Glazer memang terus dikritik karena manajemen mereka dianggap hanya mengambil keuntungan pribadi. Polemik dengan Cristiano Ronaldo dinilai sebagai puncak kesabaran keluarga Glazer, yang mengumumkan siap menjual Iblis Merah jika ada penawaran yang cocok.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA