Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Jokowi Dinilai Layak Raih Penghargaan Global Leadership Award

Ahad 27 Nov 2022 17:56 WIB

Red: Muhammad Hafil

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa hasil pertemuan pemimpin G20 telah menyepakati tentang condemnation perang di Ukraina.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa hasil pertemuan pemimpin G20 telah menyepakati tentang condemnation perang di Ukraina.

Foto: AP Photo/Willy Kurniawan
Jokowi meraih penghargaan leadership award.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof. Dr. Maasba Magassing mengatakan, pengharagaan Global Leadership Award yang diraih oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi sangat wajar usai perannya untuk menciptakan perdamaian dunia. 

“Apresiasi yang diberikan kepada Presiden Jokowi saya kira itu sudah wajar dan sudah tepat dalam konteks Presiden Jokowi itu berperan untuk urusan-urusan luar negeri,” kata Prof Maasba Magassing saat dihubungi, Ahad (27/11/2022).

Baca Juga

Dikatakan Prof. Maasba, peran Presiden Jokowi sebagai pemimpin tidak hanya diperlihatkan dalam negaranya, tetapi dia (Presiden Jokowi) menunjukkan perannya di kanca internasional dalam misi perdamaian dunia, baik di dataran Asia maupun di Eropa.

“Kita melihat beliau itu bukan hanya satu sisi. Artinya peran beliau itu sebagai Kepala Negara bukan hanya berperan di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Artinya, perannya, ada di antara negara-negara,” ucapnya.

Menurut Prof. Maasba, peran-peran Presiden Jokowi di luar negeri memiliki dampak besar buat Indonesia secara khusus, karena peran-peran Presiden tidak bisa dipisahkan dengan kepentingan negaranya.

“Tetapi untuk urusan-urusan luar negeri itu yang dilakoni oleh Presiden, itu juga memberi dampak ke dalam negeri. Itu tidak bisa dipisahkan satu sama lain,” ungkapnya.

“Kalau misalnya dia melakukan event, dan dia berprestasi di situ, dalam tanda kutip banyak yang memberi apresiasi dari luar negeri, itu wajar dan sudah tepat,” jelasnya.

Prof. Maasba mengakui Presiden Jokowi sudah banyak melakukan manuver baik dalam negeri maupun luar negeri, baik itu di ASEAN maupun di Eropa. Salah satu langkah konkrit Presiden Jokowi, kata Prof. Maasba adalah menjembatani Presiden Rusia dan Presiden Ukraina untuk menghentikan perang untuk menghindari krisis ekonomi.

“Saya kira, Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi itu banyak melakukan banyak manuver. Termasuk juga misalnya, kerja-kerja sama ASEAN. Peran Jokowi menghentikan perang demi hadapi krisis ekonomi,” akuinya.

Prof. Maasba menyadari betul perjuangan Presiden Jokowi untuk kebaikan dunia tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus ada dukungan dari pimpinan negara lainnya.

“Upaya sudah ada. Tetapi Jokowi juga membutuhkan dorongan dan dukungan. Apalah artinya kalau dia bersuara, tapi sambutan dari negara-negara yang juga sama dalam hal ini. Tetapi sebagai suatu imbauan, saya kira itu clear,” tutupnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA