Ahad 27 Nov 2022 16:38 WIB

Tim Unkris Kirim Bantuan dan Dirikan Posko untuk Korban Gempa Cianjur

Bantuan tahap berikutnya akan diberikan berdasarkan hasil identifikasi di lapangan.

 Rektor Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Dr Ir Ayub Muktiono (bersalaman/kiri), secara simbolis menyerahkan bantuan kepada korban gempa Cianjur melalui pimpinan Ponpes Nurul Azhar, Kyai Saepul Bahri, sekaligus mendirikan Posko Peduli Gempa Cianjur di Kampung Cilenjang, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur.
Foto: Dok. Unkris
Rektor Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Dr Ir Ayub Muktiono (bersalaman/kiri), secara simbolis menyerahkan bantuan kepada korban gempa Cianjur melalui pimpinan Ponpes Nurul Azhar, Kyai Saepul Bahri, sekaligus mendirikan Posko Peduli Gempa Cianjur di Kampung Cilenjang, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Universitas Krisnadwipayana (Unkris) mengirimkan tim untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Tim yang beranggotakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Yayasan dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dari empat fakultas yakni Fakultas Hukum, Ekonomi, Ilmu Administrasi, dan Teknik tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unkris Dr Ir Ayub Muktiono.

Tim Unkris yang bertolak ke lokasi pada Jumat (25/11/2022) sekaligus mendirikan Posko Peduli Gempa Cianjur di Kampung Cilenjang, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Posko tersebut untuk memudahkan tim melakukan koordinasi terkait penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Cianjur.

Berkoordinasi dengan Pimpinan Pesantren Nurul Azhar, tim Unkris yang mendatangi lokasi bencana di Dusun Cinta Asih dan Cikencana tersebut membawa bantuan makanan, obat-obatan herbal, kebutuhan balita dan lainnya, juga melakukan asesmen terhadap situasi di lapangan.

“Kami dibantu oleh pimpinan Ponpes Nurul Azhar, Kyai Saepul Bahri, untuk mendistribusikan bantuan langsung ke warga korban bencana,” kata Rektor Unkris didampingi Sekretaris Pembina Yayasan Unkris Sutomo seperti dikutip dari siaran persnya, Ahad (27/11/2022).

Dengan medan yang sangat sulit dan lokasi yang terpencil, diakui Dr Ayub memang tidak mudah untuk menjangkau korban bencana. Karena itu meski sudah hampir sepekan, masih banyak warga terdampak bencana gempa yang belum tersentuh bantuan.

Padahal melihat situasi di lapangan di Desa Cinta Asih dan Cikencana, hampir 90 persen bangunan luluh lantak dihajar gempa. Karena itu warga tidak hanya membutuhkan bantuan makanan dan logistik, tetapi juga tenda untuk berteduh sementara. Di dua desa tersebut, tercatat sembilan warga meninggal dunia pada saat kejadian bencana.

Rektor Unkris pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pimpinan fakultas di Unkris juga BEM dan Lembaga Pengmas yang langsung tanggap terhadap kejadian bencana gempa bumi di Cianjur. Selain membawa bantuan langsung ke lokasi, Unkris juga menyalurkan bantuan dana melalui LLDIKTI wilayah III untuk warga terdampak bencana gempa.

Tim Unkris, kata Sekretaris Lembaga Pengabdian Masyarakat Unkris Lydia Darmiyanti, untuk tahap pertama membawa bantuan berupa makanan, obat-obatan, popok bayi, pembalut, dan makanan untuk balita. Bantuan tahap berikutnya akan diberikan berdasarkan hasil identifikasi di lapangan.

Karena sebagian besar rumah warga sudah roboh, lanjut Lydia, warga di dua desa tersebut sangat membutuhkan bantuan tenda. “Dan kami berkoodinasi dengan ponpes Nurul Azra berupaya mencari bantuan tenda ini ke instansi yang berwenang seperti Kemensos,” kata Lydia.

Posko Peduli Gempa Bumi Cianjur Unkris, rencananya akan dibuka hingga tanggap darurat bencana berakhir. Sebagai tindak lanjutnya, untuk membantu warga melakukan recovery, rencananya Unkris akan menerjunkan mahasiswanya melalui program KKN Tematik ke sejumlah desa terdampak gempa di Cianjur.

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Pengmas Unkris Dr Susetya Herawati menjelaskan, tim Unkris untuk tahap awal menyerahkan bantuan yang sifatnya sangat darurat (urgent) yang dibutuhkan warga.  Selain itu, tim yang merupakan perwakilan semua fakultas dan BEM akan melakukan identifikasi masalah dan selanjutkan Unkris akan menindaklanjuti dengan program-program dalam rangka pendampingan kepada korban bencana.

“Jadi dari tim pertama ini, kami akan mendapatkan gambaran riil di lapangan beserta kebutuhan yang memang sangat diharapkan oleh warga. Nantinya kami akan mengirimkan tim berikutnya dalam program Pengmas maupun KKN Tematik. Karena bencana ini memang mengakibatkan kerusakan bangunan dan infrastruktur sehingga recoverynya membutuhkan waktu yang cukup lama,” kata Herawati menjelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement