Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Elon Musk Bakal Luncurkan Kembali Layanan Premium Twitter, Detail Diumumkan Pekan Depan

Ahad 27 Nov 2022 13:05 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda

Akun Twitter Elon Musk dengan tanda centang biru. Dalam aturan terbaru, akun Twitter perusahaan nantinya akan mendapatkan tanda verifikasi centang emas, pemerintah akan mendapatkan tanda centang abu-abu, dan individu yang membayar layanan tersebut, termasuk selebritas, akan mendapatkan tanda centang berwarna biru.

Akun Twitter Elon Musk dengan tanda centang biru. Dalam aturan terbaru, akun Twitter perusahaan nantinya akan mendapatkan tanda verifikasi centang emas, pemerintah akan mendapatkan tanda centang abu-abu, dan individu yang membayar layanan tersebut, termasuk selebritas, akan mendapatkan tanda centang berwarna biru.

Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Twitter akan memberikan centang dengan warna berbeda dalam layanan premium.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Elon Musk mengatakan Twitter berencana untuk meluncurkan kembali layanan premiumnya. Twitter akan menawarkan tanda verifikasi dengan warna berbeda ke akun mulai pekan depan, Associated Press melaporkan, Ahad (27/11/2022).

Ini adalah perubahan terbaru pada platform media sosial yang dibeli CEO Tesla itu pada bulan lalu seharga 44 miliar dolar AS. Twitter sebelumnya menangguhkan layanan premium, yang memberikan label centang biru kepada siapa pun yang membayar delapan dolar AS (sekira Rp 125 ribuan) per bulan.

Baca Juga

Keputusan itu diambil karena gelombang akun palsu yang langsung hadir di platform. Awalnya, centang biru diberikan kepada entitas pemerintah, perusahaan, selebritas, dan jurnalis yang diverifikasi oleh platform untuk mencegah peniruan identitas.

Dalam versi terbaru, Musk mengategorikan tanda verifikasi. Perusahaan akan mendapatkan tanda verifikasi centang emas, pemerintah akan mendapatkan tanda centang abu-abu, dan individu yang membayar layanan tersebut, termasuk selebritas, akan mendapatkan tanda centang berwarna biru.

 

"Semua akun terverifikasi akan diautentikasi secara manual sebelum tanda centang diaktifkan. Meski ini keputusan menyakitkan, tapi itu dirasa perlu," kata Musk.

Lebih lanjut, Musk menjanjikan "penjelasan yang lebih panjang" pada pekan depan. Sementara itu, layanan tersebut akan diluncurkan secara bertahap mulai 2 Desember.

Ini bukan satu-satunya hal "kontroversial" yang dilakukan Musk pada pekan ini. Sebelumnya pada Kamis (24/11), Musk mengatakan dia akan memberikan "amnesti" untuk akun yang ditangguhkan, menyusul hasil jajak pendapat daring yang dia lakukan mengenai kemungkinan akun yang "tidak melanggar hukum atau terlibat dalam spam yang mengerikan" harus dipulihkan.

sumber : Antara, AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA