Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Ratu Elizabeth II Dikabarkan Berjuang Lawan Kanker Sebelum Kematiannya

Ahad 27 Nov 2022 12:25 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Bunga untuk Ratu Elizabeth II di Green Park di luar Istana Buckingham setelah pemakamannya di London, Inggris, 20 September 2022. Ratu Elizabeth II dikabarkan menderita kanker sumsum tulang menjelang kematiannya.

Bunga untuk Ratu Elizabeth II di Green Park di luar Istana Buckingham setelah pemakamannya di London, Inggris, 20 September 2022. Ratu Elizabeth II dikabarkan menderita kanker sumsum tulang menjelang kematiannya.

Foto: EPA-EFE/ANDY RAIN
Surat kematian secara resmi mencatat Ratu Elizabeth II meninggal akibat usia tua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah buku mengklaim bahwa Ratu Elizabeth II semasa hidupnya diam-diam berjuang melawan kanker yang menyakitkan sebelum tutup usia. Buku biografi karya teman dekat Pangeran Philip itu mengklaim Ratu menderita kanker sumsum tulang, di mana gejala yang paling umum adalah nyeri tulang.

Pernyataan tentang perjuangan kesehatan Ratu ada dalam biografi yang akan segera terbit oleh Gyles Brandreth berjudul Elizabeth: An Intimate Potrait. Sementara itu, surat keterangan kematian Ratu, yang dirilis pada September, secara resmi mencatat penyebab kematiannya karena usia tua.

Baca Juga

"Saya telah mendengar bahwa Ratu memiliki bentuk myeloma (kanker sumsum tulang) yang akan menjelaskan kelelahan dan penurunan berat badannya dan 'masalah mobilitas' yang sering kita ceritakan selama setahun terakhir dalam hidupnya," kata Brandreth menulis dalam biografi, yang dimuat sebagai serial di Daily Mail, dilansir Express, Sabtu (26/11/2022).

Gejala myeloma yang paling umum adalah nyeri tulang, terutama di panggul dan punggung bawah. Multiple myeloma termasuk penyakit yang sering menyerang orang tua.

Saat ini, tidak ada obat untuk menyembuhkannya. Namun, perawatan obat dibutuhkan untuk membantu mengatur sistem kekebalan dan membantu mencegah melemahnya tulang, yang dapat mengurangi keparahan gejala dan memperpanjang kelangsungan hidup penderita selama berbulan-bulan atau dua hingga tiga tahun.

Namun, menurut buku itu, Ratu tetap sangat kuat dan bekerja keras di tahun-tahun terakhirnya. Dalam satu detail, Ratu dikatakan telah memberi tahu seorang staf bahwa kesibukan membantunya mengatasi kematian suaminya, Pangeran Philip. Ratu juga dikatakan tak ingin mengasihani diri sendiri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA