Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Jokowi: Tidak Mungkin Bersaing dengan Negara Lain Jika Jalannya Becek

Ahad 27 Nov 2022 11:54 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ilham Tirta

Presiden Joko Widodo menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Gerakan Nusantara Bersatu dari berbagai elemen relawan Jokowi itu untuk menyelaraskan persepsi barisan satu komando di bawah arahan Presiden Joko Widodo. Republika/Putra M. Akbar

Presiden Joko Widodo menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Gerakan Nusantara Bersatu dari berbagai elemen relawan Jokowi itu untuk menyelaraskan persepsi barisan satu komando di bawah arahan Presiden Joko Widodo. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pembangunan jalan, bandar udara, pelabuhan menjadi modal Indonesia bersaing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan penting di Indonesia. Jokowi menyebut pembangunan infrastruktur seperti jalan, bandar udara, pelabuhan menjadi modal untuk Indonesia bersaing dengan negara lain.

"Tidak mungkin kita bersaing dengan negara-negara lain kalau jalannya becek, bener? Tidak mungkin kita bersaing dengan negara lain kalau kita tidak punya airport di provinsi-provinsi yang kita miliki bener?" ujar Jokowi saat sambutan di depan relawannya pada acara Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (26/11/2022), kemarin.

Baca Juga

Karena itu, kata Jokowi, delapan tahun pemerintahannya terus memfokuskan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan desa, jalan provinsi, jalan nasional, jalanan tol, jembatan, bandara baru, pelabuhan. Jokowi meyakini, keberadaan infrastruktur ini mampu membuat ekonomi di daerah terus bertumbuh. Sebab, dengan infrastruktur memudahkan mobilitas masyarakat untuk membawa produk-produknya ke daerah lainnya.

"Produk yang ada di desa-desa bisa dibawa ke kota, bisa diekspor karena kita memiliki pelabuhan, airpot, jalan-jalan dan kita tahu jalan di jalan tol di Pulau Jawa sudah sambung menyambung dari barat sampai ke timur, kurang sedikit saja di Banyuwangi, nanti tahun ini, tahun 2023 insya allah akan dikejar untuk segera diselesaikan," ujarnya.

Dia mengatakan, keberadaan infrastruktur juga mempercepat waktu tempuh dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Sehingga juga memcepat pergerakan orang maupun distribusi logistik masyarakat.

"Siapa rumahnya di Palembang atau Lampung? coba dulu sebelum ada jalan tol dari Lampung ke Palembang berapa jam? bisa separuhnya karena kecepatan oleh sebab itu kecepatan logistik, barang dan orang itu bisa dipercepat," ujar dia.

Jokowi melanjutkan, dengan jumlah provinsi Indonesia bertambah menjadi 38 provinsi, maka pembangunan infrastruktur menjadi penting untuk menumbuhkan ekonomi baru di Indonesia. Karena itu, fokus pembangunan infrastruktur juga tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa. Tujuannya kata Jokowi, untuk membuat lapangan kerja semakin banyak di luar jawa.

"Kalau titik-titikk pertumbuhan ekonomi baru ini semakin banyak di wilayah-wilayah luar jawa. maka lapangan kerja akan terbuka sebanyak-banyaknya, karena problem besar kita adalah lapangan kerja, karena penduduk kita gede sekali, 278 juta penduduk kita," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun meyakini, keuntungan pembangunan infrastruktur selama delapan tahun ini akan semakin dirasakan beberapa tahun mendatang. "Pembangunan infrastruktur besar-besaran ini hasilnya mulai kita rasakan tetapi akan lebih kita rasakan 5-10 tahun yang akan datang akan dirasakan anak cucu kita, inilah yang ktia siapkan mulai sekarang, fondasi penting bagi membangun negara kita menjadi negara maju," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA