Kamis 24 Nov 2022 17:14 WIB

Jerman Kalah Memalukan dari Jepang, Gundogan Meradang

Gundogan mengecam performa rekan setimnya

Rep: Frederikus Bata/ Red: Muhammad Akbar
 Ilkay Gundogan dari Jerman merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola grup E Piala Dunia antara Jerman dan Jepang, di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Rabu, 23 November 2022.
Foto: AP / Luca Bruno
Ilkay Gundogan dari Jerman merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola grup E Piala Dunia antara Jerman dan Jepang, di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Rabu, 23 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Kecewa berat. Itulah yang dirasakan Ilkay Gundogan. Gelandang Manchester City ini tergabung di tim nasional Jerman yang tampil di Piala Dunia 2022.

Der Panzer meraih hasil negatif pada partai perdana mereka di Grup E. Di luar dugaan, raksasa Eropa itu dipermakulan Jepang.

Die Mannschaft takluk 1-2 dari Samurai Biru di Khalifa International Stadium, Doha, Rabu (23/11) malam WIB. Pada babak pertama hingga pertengahan babak kedua, Jerman mendominasi. Anak asuh Hansi Flick memimpin terlebih dahulu melalui penalti Gundogan di menit ke-33.

Jerman masih terus mengancam. Sayangnya, tim diesel tidak cukup akurat dalam memanfaatkan peluang. Dalam 15 menit menjelang waktu normal berakhir, Jepang memberikan perlawanan berkelas.

Alhasil, wakil Asia ini dua kali menggetarkan jala Manuel Neuer. Masing-masing melalui tembakan Rits Doan pada menit ke-75. Kemudian lewat aksi individu Takuma Asano Pada menit ke-83.

Setelah pertandingan, Gundogan bereaksi. Ia mengecam performa rekan setimnya. Menurutnya, mereka membuat Jepang menemukan kenyamanan dalam bermain.

"Gol kedua khususnya. Itu seharusnya tidak terjadi. Kami berada di Piala Dunia. Manu menyelamatkan kami beberapa kali," kata pesepak bola 32 tahun ini, dikutip dari tribal football, Kamis (24/11).

Dalam kedaan tertinggal, penampilan Jerman kian memburuk. Tak ada ketenangan. Beberapa terlalu terburu-buru saat membangun serangan.

"Jadi kami memainkan bola panjang. Anda hampir merasa, tidak semua orang menginginkan bola. Kami terlalu sering kehilangan bola," ujar Gundogan.

Tak ada pilihan lain bagi Der Panzer. Mereka harus memenangkan semua partai tersisa di babak penyisihan. Berikutnya anak asuh Hansi Flick meladeni ketangguhan Spanyol di Stadion Al Bayt, Al Khor, Senin (28/11) dini hari WIB.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement