Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Wapres: Pengusaha Besar Jangan Bunuh Pengusaha Kecil

Rabu 23 Nov 2022 15:39 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wakil Presiden Maruf Amin dalam keterangan persnya di sela kunjungan kerja ke Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/11). Wapres saat membuka Silaturahmi Bisnis Nasional ke-14 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/11).

Wakil Presiden Maruf Amin dalam keterangan persnya di sela kunjungan kerja ke Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/11). Wapres saat membuka Silaturahmi Bisnis Nasional ke-14 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/11).

Foto: BPMI/Setwapres
Lewat ISMI Wapres ajak pengusaha untuk bisa menggandeng pengusaha kecil atau UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong penguatan kemitraan antara kegiatan usaha besar dengan usaha kecil. Ma'ruf mengatakan kemitraan pengusaha besar dengan pengusaha kecil ini penting untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Itu yang saya sebut dengan arus baru ekonomi Indonesia, jadi pengusaha besar itu bermitra dengan pengusaha kecil, jadi bukan pengusaha besar membunuh pengusaha kecil," ujar Ma'ruf dalam sambutannya saat membuka Silaturahmi Bisnis Nasional ke-14 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/11).

Karena itu, melalui ISMI, Ma'ruf mengajak para pengusaha untuk bisa menggandeng para pengusaha kecil. Menurut Ma'ruf, antara pengusaha besar dan pengusaha kecil bisa saling memberikan manfaat sesuai kapasitasnya masing.

"Yaitu untuk membantu menguatkan yang lemah, tanpa melemahkan yang kuat," ujar Ma'ruf.

Selain itu, Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini juga mengharapkan peran ISMI dalam mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru khususnya di daerah. Ma'ruf menyebut, peran ini sebagai salah satu fungsi ISMI sebagai penghubung (hamzah washal) bagi pengembangan ekonomi, selain sebagai peran penghubung hilirisasi produk.

"Juga penting menginkubasi menyemai pengusaha pengusaha yang memiliki keinginan untuk berusaha di masing masing daerah, jadi ditumbuhkan pengusaha baru dan juga memperkuat atau memberdayakan pengusaha yang sudah ada," ujarnya.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan pengembangan bisnis di Indonesia berjalan dengan optimal. Terutama bisnis syariah, yang menjadi salah satu fokus pengembangan industri dan keuangan syariah.

"Supaya ini pengusaha ini naik kelas jangan jadi pengusaha stunting. jadi bukan orang saja, pengusaha juga bisa jadi stunting, ISMI bisa mengambil peran untuk memberdayakan jangan sampai pengusaha-pengusaha muslim itu menjadi pengusaha yang stunting ya kerdil dan tidak besar-besar," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga meminta ISMI mengambil peran nyata dan signifikan dalam mendukung ekonomi pulih lebih cepat dan lebih kuat. Dia meminta dunia bisnis pun turut menyerukan pentingnya pembangunan ekonomi yang inovatif, inklusif, dan kolaboratif."Tiga kata kunci tersebut harus terus didorong, terutama untuk mempercepat upaya pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA