Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Arab Saudi Sumbangkan Rp 787 Miliar untuk Dana Pandemi Global

Jumat 18 Nov 2022 05:30 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud setibanya di tempat Pertemuan Menteri Luar Negeri (FMM) G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/7/2022). Arab Saudi Sumbang Rp 787 Miliar untuk Dana Pandemi Global

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud setibanya di tempat Pertemuan Menteri Luar Negeri (FMM) G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/7/2022). Arab Saudi Sumbang Rp 787 Miliar untuk Dana Pandemi Global

Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana
Dana Pandemi Global untuk mengatasi kesenjangan terhadap pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi akan menyumbangkan 50 juta dolar (Rp 787 miliar) kepada Dana Pandemi global dalam upaya untuk meningkatkan upaya memerangi pandemi di masa depan. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dalam pidatonya di KTT G20 di Bali, Indonesia.

Inisiatif ini datang sebagai bagian dari tujuan yang ditetapkan Arab Saudi selama kepresidenan G20 pada 2020 untuk mengatasi kesenjangan dalam tanggapan global terhadap pandemi Covid-19.

Baca Juga

“Dana tersebut akan memberikan pembiayaan kepada negara dan wilayah berpenghasilan rendah dan menengah untuk meningkatkan kemampuan mereka tidak hanya mencegah pandemi di masa depan, tetapi juga menanggapi wabah secara efisien di tingkat nasional, regional, dan global," kata Menteri Luar Negeri, dilansir dari Al Arabiya, Kamis (17/11/2022).

SPA mengatakan donasi juga akan digunakan untuk mendanai sistem laboratorium, pengawasan penyakit, komunikasi dan manajemen darurat, keterlibatan masyarakat dan tenaga kesehatan. Arab Saudi serta negara, lembaga, dan organisasi nirlaba internasional lainnya telah menyediakan total 1,4 miliar dolar AS.

Langkah ini sebagai bagian dari upaya berbagi data epidemiologi, mengoordinasikan pengadaan tindakan pencegahan medis dan non-medis, dan menstandarkan langkah-langkah pengaturan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA