Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Arab Saudi Bebaskan WNA yang Hujat Pejabat Pakistan di Masjid Nabawi 

Jumat 28 Oct 2022 09:17 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Bendera Arab Saudi. WNA di Arab Saudi hujat menteri Pakistan yang tengah berada di Masjid Nabawi

Bendera Arab Saudi. WNA di Arab Saudi hujat menteri Pakistan yang tengah berada di Masjid Nabawi

Foto: Reuters/VOA
WNA di Arab Saudi hujat menteri Pakistan yang tengah berada di Masjid Nabawi

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Raja Arab Saudi telah mengampuni enam warga negara Pakistan yang ditangkap awal tahun ini karena menghina delegasi pemerintah dari Pakistan di Masjid Nabawi di Madinah. 

Pada April lalu, polisi Arab Saudi menangkap setidaknya lima orang karena melecehkan dan menghina Menteri Informasi Pakistan Marriyum Aurangzeb dan Menteri Pengendalian Narkotika Shahzain Bugti di Masjid Nabawi. 

Baca Juga

Kedua pejabat itu adalah bagian dari delegasi Pakistan yang mengunjungi Arab Saudi dalam perjalanan luar negeri pertama Perdana Menteri Shehbaz Sharif sebagai perdana menteri Pakistan.  

"Raja Arab Saudi Salman mengeluarkan perintah untuk mengampuni dan membebaskan enam warga negara Pakistan yang ditangkap Ramadhan lalu setelah mereka menyerang seorang wanita Pakistan dan teman-temannya dengan kata-kata ofensif di halaman Masjid Nabawi,” menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan di Saudi Press Agency seperti dilansir Middle East Monitor pada Jumat (28/10/2022). 

Pengampunan itu diberikan sebagai tanggapan atas permintaan dari perdana menteri Pakistan. Arab Saudi jarang mengeluarkan grasi kerajaan dalam kasus politik dan keamanan.  

Sementara itu hanya beberapa pekan sebelum insiden pada 

April terjadi, mantan Perdana Menteri Imran Khan secara kontroversial dicopot dari jabatannya setelah kehilangan mosi tidak percaya pada kepemimpinannya. 

Otoritas kepolisian Madinah mengatakan pada saat itu bahwa tindakan mereka yang ditangkap bertentangan dengan kesucian tempat dan berdampak pada keselamatan pengunjung dan jamaah. Ekspatriat yang ditangkap itu diduga sebagai pendukung Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) Khan.  

Khan membantah terlibat dalam insiden itu. Dia mengatakan bahwa itu adalah reaksi terhadap keadaan di sekitar pemecatannya dari jabatannya.  

“Kami tidak meminta orang-orang untuk keluar, masyarakat sendiri yang keluar untuk memprotes karena mereka sakit dan marah. Sekelompok penjahat telah dipaksakan di Pakistan, oleh karena itu apa yang terjadi di Masjid Nabawi adalah akibat dari perbuatan mereka," katanya.        

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA