Kamis 27 Oct 2022 19:50 WIB

Survei: Jumlah Rumah Bekas Melonjak 35,4 Persen di September 2022

Properti bekas di wilayah Tangerang menjadi yang paling dicari.

Properti bekas di wilayah Tangerang menjadi yang paling dicari.
Foto: www.wikimedia.com
Properti bekas di wilayah Tangerang menjadi yang paling dicari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laporan Flash Report Rumah123.com menunjukkan jumlah rumah bekas atau seken mengalami lonjakan cukup drastis secara tahunan pada September 2022, yakni sebesar 35,4 persen. "Total suplai rumah seken yang melonjak cukup drastis secara tahunan. Tercatat, terdapat pertumbuhan sebesar 35,4 persen untuk properti seken pada September 2022, dibanding September 2021," ujar Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (27/10/2022).

Maria mengatakan, dari suplai yang melonjak tersebut wilayah Tangerang menjadi kota yang paling banyak dicari oleh pencari properti,dengan porsi mencapai 15,0 persen untuk seluruh rumah di Indonesia. Lokasi terpopuler kedua adalah Jakarta Barat dengan pangsa pasar 12,1 persen, diikuti oleh Jakarta Selatan sebesar 9,8 persen.

Baca Juga

Sedangkan secara bulanan (month-on-month), kota dengan peningkatan proporsi permintaan terbesar pada September 2022 adalah Jakarta Pusat dengan kenaikan sebesar 0,5 persen, diikuti oleh Jakarta Timur dengan kenaikan 0,4 persen. Di sisi lain, kota dengan proporsi penurunan permintaan terbesar secara bulanan adalah Tangerang dengan penurunan sebesar 0,6 persen diikuti oleh Surabaya dengan penurunan sebesar 0,5 persen.

Sementara itu, potensi hunian seken di daerah di luar Pulau Jawa kembali memperlihatkan potensi kenaikan yang menjanjikan. Terbukti dengan melonjaknya harga rumah seken untuk properti di Makassar dan Denpasar. Dua ibu kota provinsi tersebut tercatat dalam laporan Flash Report Rumah123.com mengalami pertumbuhan sebesar 4,1 persen untuk Denpasar dan 4,2 persen untuk Makassar di bulan September 2022.

"Makassar dan Denpasar masih jadi kota yang punya daya tarik tersendiri untuk masyarakat yang tinggal di Sulawesi Selatan dan

Bali. Jadi tidak heran pergerakan harganya juga relatif progresif, meskipun memang tidak terjadi lonjakan yang sangat tinggi layaknya kota-kota di sekitar area Jabodetabek," kata Maria.

Dia juga menambahkan, setelah kondisi ekonomi yang membaik membuat daya beli masyarakat juga turut menguat, hingga tak dipungkiri minat konsumen akan hunian residensial juga mengalami kenaikan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement