Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Pasca-Tragedi Kanjuruhan, Menpora Senang Adanya Komitmen Damai di Komunitas Suporter

Kamis 06 Oct 2022 21:06 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Menpora RI Zainudin Amali bersiap memimpin rapat evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan sepak bola di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Kemenpora dan PSSI akan mengaudit aspek-aspek keamanan stadion, meningkatkan standar operasi penanganan kesehatan dan keamanan serta mengedukasi suporter.

Menpora RI Zainudin Amali bersiap memimpin rapat evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan sepak bola di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Kemenpora dan PSSI akan mengaudit aspek-aspek keamanan stadion, meningkatkan standar operasi penanganan kesehatan dan keamanan serta mengedukasi suporter.

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Menurut Menpora, sudah ada undang-undang yang mengatur mengenai suporter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali senang dengan adanya komitmen dari suporter terutama suporter yang memiliki rivalitas tinggi bersepakat untuk berdamai. Zainudin berharap setelah pertemuan ini seluruh suporter klub Indonesia sepakat mengedepankan perdamaian.

Zainudin mengumpulkan berbagai stakeholder untuk mengevaluasi tentang prosedur pengamanan sepak bola Indonesia pasca-tragedi tewasnya ratusan suporter Arema FC usai pertandingan Arema melawan Persebaya Surabaya 1 Oktober 2022 lalu, di Wisma Kemenpora, Kamis (6/10/2022). Hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari PSSI, Mabes Polri, klub, suporter, Kemenkes, BNPB, dan Kemendagri.

Baca Juga

Zainudin mengeklaim masukan yang ditawarkan peserta pertemuan cukup mewakili dari berbagai unsur. Menurut dia, ada hal yang sangat penting dalam pertemuan tersebut, yakni mendengarkan masukan dari perwakilan suporter yang hadir yakni dari suporter Persija, Persib, Arema, dan Persebaya.

Menurut Zainudin sudah ada undang-undang yang mengatur mengenai suporter. Mereka memiliki hak dan kewajiban. Hanya saja, Zainudin mengakui undang-undang itu belum tersosialisasi dengan baik. "Ini jadi tugas PSSI agar bisa tersosialisasi, agar ke depannya tak terjadi lagi," ujar Menpora dalam konferensi persnya.

Zainudin menambahkan rapat tersebut adalah amanah dari perintah Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Menkopolhukam Mahfud MD. Namun ia menegaskan rapat ini tak akan berbenturan dengan kinerja TGIPF. "Hal yang kami diskusikan kami sepakat melakukan evaluasi menyeluruh dari kompetisi sepak bola nasional tak hanya di Liga 1 tapi juga Liga 2 dan Liga 3," kata dia.

Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI Budiman Dalimunthe menyampaikan yang hadir dalam rapat tersebut yakni dari komunitas Persib, Persija, Arema, dan Persebaya. Ia mengatakan ke depannya akan banyak lagi pertemuan antarkomunitas suporter dalam berbagai kegiatan. "Kami ingin bersatu untuk memberikan kontribusi agar sepak bola Indonesia lebih baik," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA