Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Polisi Sebut Tembok MTsN 19 Pondok Labu Roboh Akibat Luapan Air

Kamis 06 Oct 2022 20:01 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Teguh Firmansyah

Mobil menerobos banjir di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Banjir yang diakibatkan tingginya curah hujan membuat akses lalu lintas di jalan protokol tersebut lumpuh. Republika/Putra M. Akbar

Mobil menerobos banjir di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Banjir yang diakibatkan tingginya curah hujan membuat akses lalu lintas di jalan protokol tersebut lumpuh. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tembok roboh ketika anak-anak sedang bermain hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolsek Cilandak Kompol Multazam Lisendra mengatakan tembok roboh di MTsN 19, Pondok Labu, Jakarta Selatan menjadi penyebab tiga korban meninggal dunia. Tembok roboh karena luapan air yang mendorongnya.

"Adanya tembok roboh akibat lupakan air yang mengakibatkan banjir. Air mendorong tembok sehingga roboh dan mengakibatkan korban luka maupun korban meninggal dunia," katanya pada Kamis (6/10/2022).

Baca Juga

Peristiwa tersebut terjadi pukul 14.00 WIB. Saat itu sedang hujan deras. Untuk proses evakuasi dilakukan bersama rekan-rekan dari Pemadam Kebakaran dan satpol PP. "Kemudian dengan stakeholder terkait dari Koramil juga kita bahu membahu bersama warga menyisir barangkali ada korban yang mungkin masih terjebak," kata dia.

Ia menambahkan dari pihak pemadam berupaya mendatangkan pompa untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal lagi. "Informasi awal memang ada tiga yang meninggal dunia, namun dari Reserse Polsek Cilandak masih mengkonfirmasi data tersebut di RS Prikasih. Jadi, masih perlu validasi lagi," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Camat Cilandak Djaharuddin menduga penyebab tembok ambruk di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19, Pondok Labu, Jakarta Selatan, akibat debit air meningkat dan arus yang deras. "Roboh tembok pembatas sekolah, anak-anak lagi bermain saat hujan. Iya tembok terseret arus banjir kemudian roboh," kata Djaharuddin saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Djaharuddin menjelaskan kejadian sekitar pukul 14.00 WIB ketika persiapan jam pulang sekolah dan beberapa anak ada yang menunggu jemputan. Adapun disebutkan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) sudah mengecek kembali bangunan roboh tidak ada yang terjebak.

Namun berdasarkan informasi sementara, ada tiga korban yang meninggal dunia akibat tembok sekolah setinggi satu meter ambruk tersebut. Hingga kini, dari pihak kecamatan dan kepolisian masih menangani semua korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Prikasih.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA