Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Perubahan Peta Pemilih Nasdem Seusai Usung Anies Jadi Capres

Kamis 06 Oct 2022 17:21 WIB

Red: Andri Saubani

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato dalam acara Deklarasi Calon Predisen (capres) Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai Nasdem resmi mengusung Anies Baswedan menjadi capres dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang. Republika/Prayogi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato dalam acara Deklarasi Calon Predisen (capres) Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai Nasdem resmi mengusung Anies Baswedan menjadi capres dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang. Republika/Prayogi.

Foto: Republika/Prayogi.
Survei SMRC mencatat, dukungan pemilih Nasdem dari Indonesia Timur menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Amri Amrullah, Febrianto Adi Saputro, Nawir Arsyad Akbar

Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) lewat survei terbarunya, menyebut keputusan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden belum sepenuhnya diterima pendukung partai ini. Namun sebaliknya, Nasdem mendapatkan basis massa baru yakni umat Islam pendukung Anies.

Baca Juga

“Dukungan massa pemilih Anies menguat pada Nasdem di bulan Agustus, tapi baru 8,1 persen dari total pemilih Anies,” jelas Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dalam temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Kamis (6/10/2022).

Deni menjelaskan, dari pemilih Nasdem, dukungan pada Partai Nasdem di Indonesia bagian Timur mengalami penurunan dari 10,8 persen (Mei 2021) menjadi 3,9 persen (Agustus 2022). Sementara pada periode yang sama, dukungan pada Nasdem di provinsi dengan penduduk terbesar, Jawa Barat, alami kenaikan dari 0,4 persen menjadi 1,7 persen.

SMRC juga berusaha melihat dari sisi agama. Dari sisi agama, jelas Deni, dukungan kepada Nasdem dari Mei 2021 ke Agustus 2022 pada pemilih non-Muslim menurun dari 6,8 persen menjadi 2,5 persen. Sementara dukungan dari pemilih Muslim sedikit bertambah dari 3,3 persen menjadi 3,7 persen.

Sementara pada Agustus 2022, dukungan untuk Nasdem dari pemilih Anies naik cukup tajam dari 3,8 persen (Mei 2021) menjadi 8,1 persen (Agustus 2022). SMRC menarik kesimpulan isu pencalonan Anies Baswedan sebagai presiden punya dampak terhadap perubahan wajah pemilih Nasdem.

“Suara Nasdem di Indonesia Bagian Timur dan dari kelompok pemilih Nonmuslim mengalami penurunan. Sementara Agustus 2022 sedikit penguatan dukungan dari Indonesia Bagian Barat dan kelompok pemilih Muslim,” tutupnya.

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA