Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Qatar Buka Kembali Museum Seni Islam yang Ikonik

Kamis 06 Oct 2022 05:35 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani

Museum Seni Islam Qatar

Museum Seni Islam Qatar

Foto: Dok Museum Seni Islam Qatar
Qatar Museums membuka kembali Museum of Islamic Art yang ikonik

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Qatar Museums (QM) membuka kembali Museum of Islamic Art (MIA) yang ikonik, Selasa (4/10/2022). Proyek peningkatan fasilitas telah berlangsung selama setahun terakhir, termasuk proses reimaginasi dan pemasangan kembali galeri koleksi permanennya.

Peresmian ini berlangsung di bawah perlindungan Yang Mulia Amir Sheikh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Thani, di hadapan Yang Mulia Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohamed bin Abdulrahman al-Thani. Hadir pula dalam kegiatan Ketua Museum Qatar, HE Sheikha Al Mayassa binti Hamad bin Khalifa al-Thani.

Tak hanya itu, upacara peresmian tersebut juga dihadiri oleh para diplomat dan utusan budaya yang mewakili seluruh bangsa di kawasan. Bersama-sama mereka memperingati hari itu sebagai bagian dari Tahun Kebudayaan Qatar-Menasa 2022.

“Dengan bangga kami memperkenalkan kembali Museum Seni Islam. Kami mengundang masyarakat untuk melihat museum yang telah dirancang ulang, termasuk pendatang baru dan pengunjung, yang datang untuk menghadiri Piala Dunia FIFA," ujar HE Sheikha Al Mayassa, dikutip di Gulf Times, Rabu (5/10).

Pembukaan Museum Seni Islam pada 2008 disebut sebagai momen transformasional bagi Qatar. Hal ini juga menandai kemunculan negara tersebut sebagai tujuan budaya global baru, sekaligus membuka jalan untuk mendirikan museum dan institusi budaya besar lainnya di wilayah tersebut.

Pihaknya pun menantikan bab berikutnya dari institusi ini, yang datang setelah Qatar Creates. Upaya ini disampaikan sebagai sebuah inisiatif luas, menampilkan dan mempromosikan pengalaman budaya terbaik yang bisa ditawarkan Qatar, untuk membantu meningkatkan kehidupan semua orang yang tinggal atau mengunjungi negara tersebut.

"Begitu banyak orang datang bekerja sama untuk mewujudkan hari ini. Saya berterima kasih kepada mereka atas dukungan dan komitmen mereka, membawa budaya dan sejarah kita ke jantung masyarakat," lanjut dia.

Museum Seni Islam, merupakan sebuah tur arsitektural yang dirancang oleh arsitek pemenang Penghargaan Pritzker yang diakui secara internasional, I M Pei. Ini menjadi institusi pertama yang dibuka oleh Museum Qatar pada 2008, di bawah kepemimpinan HE Sheikha Al Mayassa.

Bangunan ini diposisikan secara menonjol di pulau reklamasinya di Corniche, yang mana secara khusus dipilih oleh Pei. MIA merupakan mercusuar bagi seni Islam dan platform untuk dialog internasional, sekaligus pertukaran yang menjembatani masa lalu dan masa kini, Timur dan Barat.

Pengkonsepan ulang galeri koleksi MIA akan memperkenalkan jejak pengunjung yang komprehensif, menciptakan materi interpretatif yang diperluas, untuk membantu mengontekstualisasikan karya agung. Hal ini juga menyediakan sumber daya mobile dan ramah anak, agar lebih mudah diakses oleh keluarga dan tamu yang lebih muda.

Galeri MIA diatur menurut tema sejarah dan budaya yang luas, periode dan geografi, serta mengeksplorasi tradisi besar keahlian Islam.

MIA juga memperkenalkan bagian baru tentang Islam di Asia Tenggara. Fokus yang dipegang ada pada hubungan antara budaya yang berbeda, melalui pameran tentang perdagangan komoditas dan pertukaran ide di seluruh dunia Islam dan sekitarnya.

Pengalaman yang ditingkatkan dan diperluas di museum ini juga memudahkan arus pengunjung, serta melayani audiens yang lebih besar, dengan pintu masuk yang dibingkai ulang dan kafe serta lokasi ritel yang ditingkatkan.

Semua perbaikan gedung sesuai dengan visi I M Pei. MIA sekali lagi berkolaborasi dengan firma arsitektur dan desain interior Prancis yang pertama kali dipertahankan oleh Pei, Wilmotte & Associés, selama proses pemasangan ulang.

Direktur MIA Dr Julia Gonnella mengatakan, dirinya merasa terhormat dapat memimpin institusi luar biasa ini ke babak berikutnya. Peningkatan ekstensif yang ada memperkenalkan alur cerita yang baru, membawa pengunjung pada perjalanan komprehensif dan memberikan pengalaman bermakna.

"Hal ini memperkaya bagi anak-anak dan keluarga untuk menjelajahi sejarah luas dunia Islam yang kaya, melalui koleksi kami yang tak tertandingi,” ujarnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA