Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Angela Merkel Terima Penghargaan dari Badan Pengungsi PBB

Selasa 04 Oct 2022 19:50 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Mantan kanselir Jerman Angela Merkel telah memenangkan Penghargaan Pengungsi Nansen yang bergengsi dari badan pengungsi PBB.

Mantan kanselir Jerman Angela Merkel telah memenangkan Penghargaan Pengungsi Nansen yang bergengsi dari badan pengungsi PBB.

Foto: AP/Markus Schreiber
Merkel menerima penghargaan atas upaya perlindungan pencari suaka saat menjabat.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Mantan kanselir Jerman Angela Merkel telah memenangkan Penghargaan Pengungsi Nansen yang bergengsi dari badan pengungsi PBB. Dia menerima penghargaan atas tekadnya untuk melindungi pencari suaka saat menjabat sebagai kanselir.

Komite seleksi UNHCR pada Selasa (4/10/2022) memuji kepemimpinan dan keberanian Merkel yang menerima lebih dari 1,2 juta pengungsi dan pencari suaka di Jerman pada 2015 dan 2016. Ketika itu terjadi puncak krisis migran yang dipicu oleh perang di Suriah. Ketua UNHCR Filippo Grandi memuji tekad Merkel untuk melindungi pencari suaka dan membela hak asasi manusia, prinsip-prinsip kemanusiaan serta hukum internasional.

Baca Juga

"Dengan membantu lebih dari satu juta pengungsi untuk bertahan hidup dan membangun kembali, Angela Merkel menunjukkan keberanian moral dan politik yang besar. Ini adalah kepemimpinan sejati," ujar Grandi, dilansir Aljazirah. 

Panitia seleksi menyoroti bahwa, Merkel adalah kekuatan pendorong di balik upaya kolektif Jerman untuk menerima dan membantu pengungsi berintegrasi ke dalam masyarakat. Penghargaan Nansen diberikan setiap tahun untuk menghormati Komisaris Tinggi PBB pertama untuk Pengungsi dan penjelajah Arktik Norwegia, Fridtjof Nansen. 

Merkel akan menerima penghargaan dan hadiah uang senilai 150 ribu dolar AS. Upacara pemberian penghargaan akan digelar di Jenewa pada 10 Oktober.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA