Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Pengamat: PSI Kecentilan

Selasa 04 Oct 2022 19:40 WIB

Red: Joko Sadewo

Pencapresan Ganjar Pranowo oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai tidak punya arti, karena mereka tidak punya kursi di DPR. Foto ilustrasi Ketua Umum PSI Giring Ganesha.

Pencapresan Ganjar Pranowo oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai tidak punya arti, karena mereka tidak punya kursi di DPR. Foto ilustrasi Ketua Umum PSI Giring Ganesha.

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Dukungan terhadap Ganjar tak berarti apapun karena PSI tak punya kursi di DPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Peneliti dari lembaga survei Indokator Politik Indonesia (IPI) Bawono Kumoro menilai langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden akan diusung di pemilihan presiden tahun 2024 tidak lebih dari sekadar untuk mencari perhatian saja.

“PSI kecentilan,” kata Bawono, Selasa (4/10/2022).

Dijelaskan Bawono, penilaiannya bahwa langah PSI itu hanya untuk mencari perhatian karena PSI tidak memiliki kursi di DPR RI periode saat ini. Dengan begitu tidak memiliki arti apa pun secara politik dukungan PSI terhadap Ganjar Pranowo.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu mengharuskan untuk pasangan calon diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik memenuhi ambang batas pencalonan presiden 20 persen kursi di DPR RI.

Alasan kedua adalah Ganjar Pranowo merupakan kader milik partai lain, yaitu Kader PDI Perjuangan. "Apakah PSI sudah izin kepada PDI Perjuangan sebelum memutuskan mengumumkan pencalonan gubernur Jawa Tengah tersebut? Padahal proses politik di internal PDI Perjuangan sendiri masih berjalan dan belum ditetapkan siapa pun kader untuk diusung di pemilihan presiden mendatang,” papar Bawono.

PSI secara resmi mengumumkan partai itu mencalonkan Ganjar sebagai capres, tidak lama setelah Partai Nasdem mengumumkan Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024.

Pengumuman  capres ini, dilakukan usai Ketua Umum DPP  PSI Giring Ganesha Djumaryo justri mengkritik pencalonan ANies Baswedan, yang dilakukan saat terjadinya Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Giring beralasan, bangsa Indonesia sedang berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan dengan laporan 125 orang tewas. Giring pun menegaskan, PSI tidak akan mengusung Anies sebagai capres.

"Hilangnya ratusan nyawa di #Kanjuruhan membuat kami di @psi_id menyingkirikan bahasan politik sementara, deklarasi capres di tengah kedukaan tentu menyisakan rasa nirempati," kata Giring melalui akun Twitter, @Giring_Ganesha dikutip di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Usai pernyataan itu, PSI mengumumkan deklarasi capres. Anehnya, yang mengumumkan penetapan capres adalah Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie melalui Zoom. Giring tidak terlibat sama sekali dalam pengumuman itu. DPP PSI resmi mengusung capres Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden (cawapres) Yenny Wahid.

Menurut dia, keputusan itu diambil setelah PSI menggelar Rembuk Rakyat yang diadakan sejak akhir Februari 2022.

"Dari hasil Rembuk Rakyat itu, kami mengumumkan bahwa: Partai Solidaritas Indonesia akan mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PSI 2024. Sejak awal, Mas Ganjar unggul dibanding kandidat lain. Bagi PSI, Ganjar Pranowo adalah calon terbaik karena memiliki visi Kebangsaan dan Kebhinekaan yang sama dengan apa yang selama ini diperjuangkan oleh PSI," kata Grace.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA