Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

20 Titik Genangan Banjir Rendam Kota Bandung

Selasa 04 Oct 2022 19:32 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ilham Tirta

Kendaraan terdampak genangan banjir (ilustrasi).

Kendaraan terdampak genangan banjir (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Ketinggian bervariasi dari 10 hingga 50 sentimeter.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hujan deras yang terjadi sejak pukul 12.30 WIB, Selasa (4/10/2022) di Kota Bandung menyebabkan sejumlah ruas jalan dan wilayah terendam banjir dan genangan. Tercatat terdapat 20 titik genangan dan banjir merendam wilayah Kota Bandung.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Kota Bandung melaporkan, banjir terjadi di Jalan Terusan Pasirkoja (exit tol Pasirkoja) dengan ketinggian 30 sentimeter. Penyebabnya, luapan sungai Cibuntu Selatan.

Baca Juga

Selain itu, banjir terjadi di Jalan Pagarsih dan Jalan Natawijaya dengan ketinggian 30 hingga 40 sentimeter. "Penyebab akibat luapan Sungai Citepus," ujar Kepala DSABM Kota Bandung, Didi Riswandi saat menyampaikan laporan bencana banjir dan genangan, Selasa (4/10/2022).

Ia menuturkan, banjir pun terjadi di Komplek Graha Cimindi Indah dan depan komplek di Jalan Cimindi dengan ketinggian 30 hingga 50 sentimeter. Banjir pun terjadi di Jalan Jatayu dan Bumi Panyileukan Indah.

Didi melanjutkan, genangan terjadi di Jalan Panjunan Astananyar dan Jalan Pasirkoja. Selain itu, terjadi pula genangan di Jalan Cikutra, Jalan LLRE Martadinata, dan Jalan Bengawan.

Genangan juga terjadi di Jalan Wastukencana, Jalan Simpang Cikapayang Dago, Jalan Katamso, Jalan Sudirman, Jalan Bandara Husein, Jalan Sukamulya Indah, Jalan Sukajadi, dan Jalan Kebon Kawung. Ketinggian genangan bervariasi dari 10 hingga 20 sentimeter.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Bandung mengingatkan potensi cuaca ekstrem satu pekan ke depan terhitung 2 Oktober hingga 8 Oktober. Perkiraan tersebut berdasarkan kondisi pergerakan atmosfer yang mengalami belokan dan perlambatan kecepatan angin.

"Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas serta aktifnya fenomena Madden Jullian Oscillation yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan," ujar Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu, Ahad (2/9/2022).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA