Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

PSMS Tetap Berbenah Meski Kompetisi Ditunda Dua Pekan

Selasa 04 Oct 2022 17:43 WIB

Red: Endro Yuwanto

Logo PSMS Medan.

Logo PSMS Medan.

Foto: Wikipedia
PSMS berharap sepak bola Indonesia tidak sampai dikenai sanksi FIFA.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- PSMS Medan tetap berbenah dan melakukan persiapan kendati kompetisi Liga Indonesia, baik Liga 1 maupun Liga 2 ditunda selama dua pekan. Ini menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang memakan korban jiwa hingga 125 orang.

"Kami dari manajemen PSMS menghargai apa yang telah menjadi keputusan dari LIB dan PSSI menunda liga dua pekan. Selama itu pula tim tetap menyiapkan diri guna menghadapi lanjutan liga nantinya," kata Direktur Teknik PT Kinantan Medan Indonesia (KMI) yang menaungi klub PSMS, Andry Mahyar Matondang, Selasa (4/10/2022).

Baca Juga

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, dalam surat bernomor 584/LIB-KOM/X/2022 tanggal 3 Oktober 2022 yang ditandatangani langsung Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, resmi menunda liga selama dua pekan.

Andry Mahyar berharap sepak bola Indonesia tidak sampai dikenai larangan oleh otoritas sepak bola tertinggi dunia, FIFA. Menurutnya tragedi ini bukanlah kerusuhan antarsuporter, melainkan tragedi kemanusiaan.

Tak hanya itu, lanjut Andry, PSMS mendukung penuh investigasi yang dilakukan pemerintah, Polri, PSSI, dan pihak lainnya terkait tragedi Kanjuruhan.

"Kami berharap liga tetap berjalan dan tidak di-banned (dilarang). Memang benar ada suatu kejadian yang masif yang memakan korban jiwa cukup besar, namun hal itu tidak bisa dijadikan alasan atau mencerminkan sepak bola Indonesia, tidak bisa seperti itu. Ini murni tragedi kemanusiaan bukan rusuh antarsuporter," kata Andry. "Terkait investigasi yang dilakukan pemerintah bersama Polri, PSSI, LIB dan lainnya, kami PSMS Medan mendukung penuh."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA