Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tujuh Pesepak Bola yang Lampaui Prestasi Ayahnya di Lapangan Hijau

Selasa 04 Oct 2022 14:14 WIB

Rep: Rahmat Fajar / Red: Israr Itah

Ayah Erling Haaland, Alfie Haaland (kanan), saat membela Manchester City.

Ayah Erling Haaland, Alfie Haaland (kanan), saat membela Manchester City.

Foto: EPA PHOTO EPA/FOTOSPORTS INTERNATIONAL/ROGER
Erling Haaland jauh melampaui pencapaian ayahnya Alfie Haaland sebagai pesepak bola.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER-- Menyaksikan Erling Haaland menghancurkan Manchester United dalam pertandingan Liga Inggris bertajuk derby Manchester akhir pekan kemarin sangat mengharukan bagi seorang ayah. Alfie yang merupakan ayah Haaland menyaksikan langsung kehebatan dan keganasan putranya itu di tribun VIP Stadion Etihad.

Haaland telah mencetak 14 gol dan tiga assist hanya dalam delapan pertandingan Liga Inggris. Hattrick ke gawang MU merupakan yang ketiga berturut-turut ia ciptakan di kandang sendiri musim ini. Ia juga mengemas tiga gol dalam dua laga di Liga Champions.

Baca Juga

Haaland hanya berjarak 10 gol untuk melampaui sepatu emas Mohammed Salah musim lalu dan masih mempunyai 30 laga tersisa yang akan dimainkan. Daily Sport, dilansir dari Daily Star, Selasa (4/10/2022) merangkum tujuh pemain yang kehebatannya melebihi kehebatan ayahnya di lapangan sepak bola.

Alfie Haaland dan Erling Haaland

Alfie, dulu dikenal dengan Alf-Inge, adalah seorang pemain sepak bola yang berposisi serba bisa. Dia bisa bermain sebagai bek sayap, lini tengah kanan, gelandang tengah, atau bek tengah. Ini menjadikannya pemain impian pelatih.

Dia mencatatkan 181 penampilan di Liga Inggirs selama berseragam Nottingham Forest, Leeds United, dan City. Meski dia pemain sangat bagus, pria berusia 49 tahun itu akan menjadi orang pertama yang mengakui bahwa putranya, Haaland melampaui prestasinya.

Frank Lampard Senior dan Frank Lampard

Frank Lampard senior yang dimaksud adalah ayah dari pelatih Everton Lampard. Ayah Lampard mencatatkan 551 penampilan bersama West Ham United selama 18 musim di Boleyn Ground. Ironisnya, karier besarnya mungkin menghancurkan peluang puteranya untuk menjadi pemain hebat West Ham. Sebab penggemar sering mengatakan Lampard masuk ke tim hanya karena warisan ayahnya.

Namun dalam perjalanannya, cemooh itu akhirnya disesali karena Lampard tumbuh menjadi bintang dan legenda Inggris ketika pindah ke Chelsea. Ia salah satu gelandang terbaik di generasinya. Tiga gelar Liga Inggris, empat Piala FA, dua Piala Liga, dan satu Liga Champions ia kantongi. Lampard juga subur di lapangan dengan catatan 177 gol di Liga Inggris.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA