Selasa 04 Oct 2022 12:26 WIB

Sebanyak 15 Narapidana Ekuador Tewas dalam Kerusuhan di Penjara

21 narapidana lainnya terluka dalam peristiwa mematikan terbaru di penjara Ekuador.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Setidaknya 15 narapidana tewas dalam kerusuhan di penjara di Kota Latacunga, Ekuador.
Foto: www.examiner.com
Setidaknya 15 narapidana tewas dalam kerusuhan di penjara di Kota Latacunga, Ekuador.

REPUBLIKA.CO.ID, LATACUNGA -- Setidaknya 15 narapidana tewas dalam kerusuhan di penjara di Kota Latacunga, Ekuador. Lembaga pemasyarakatan Ekuador, SNAI mengatakan 21 narapidana lainnya terluka dalam peristiwa mematikan terbaru di penjara negara itu.

Pemerintah konservatif Presiden Guillermo Lasso mengaitkan kekerasan di penjara dengan persaingan antara geng dalam memperebutkan wilayah dan rute penyelundupan narkoba.

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang mengidentifikasi jenazah. Sementara Gubernur Provinsi Cotopaxi yang mencakup Kota Latacunga, Oswaldo Coronel mengatakan pada wartawan, ketertiban sudah dipulihkan.

"Saat ini berdasarkan informasi forensik dari kepolisian nasional, 15 orang meninggal (dan) 21 orang terluka, yang mana 14 sudah dievakuasi ke rumah sakit di Kota Latacunga," kata Coronel, Selasa (4/10/2022).

Tahun ini 316 narapidana tewas dalam kerusuhan di berbagai penjara di seluruh Ekuador. Pada Juli lalu 13 narapidana tewas di penjara Santa Domingo. Dua bulan setelah kekerasan di institusi yang sama menewaskan 43 orang pada bulan Mei.

Komisi Hak Asasi Negara-negara Amerika mengatakan sistem penjara Ekuador dirusak oleh pengabaian negara dan tidak adanya kebijakan komprehensif. Serta kondisi buruk untuk para narapidana.

Berdasarkan data resmi pemerintah, penjara di Ekuador menampung 33.500 orang. Sekitar 11,3 persen melebihi kapasitas maksimalnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement