Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Menuju Akhir Pandemi, Legislatif : Indonesia Tidak Boleh Puas dan Lengah Diri

Selasa 04 Oct 2022 03:54 WIB

Rep: dian fath risalah/ Red: Hiru Muhammad

Sejumlah warga mengikuti tradisi mandi tolak bala di Kampung Cipocok, Serang, Banten, Rabu (21/9/2022). Tradisi tersebut dilangsukan pada setiap Rabu akhir di bulan Safar (penanggalan Jawa) dengan tujuan untuk meminta perlindungan Allah dari segala macam penyakit dan bala bencana termasuk dari wabah pandemi COVID-19.

Sejumlah warga mengikuti tradisi mandi tolak bala di Kampung Cipocok, Serang, Banten, Rabu (21/9/2022). Tradisi tersebut dilangsukan pada setiap Rabu akhir di bulan Safar (penanggalan Jawa) dengan tujuan untuk meminta perlindungan Allah dari segala macam penyakit dan bala bencana termasuk dari wabah pandemi COVID-19.

Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Presiden Joko Widodo kemungkinan sebentar lagi akan menyatakan pandemi berakhir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rahmat Handoyo, menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 saat ini terlihat sudah mulai mereda. Presiden Jokowi juga menyebut Indonesia kemungkinan sebentar lagi akan menyatakan pandemi berakhir.

"Apa yang disampaikan pak Presiden benar adanya. Rasa syukur kita semuanya sebagai umat manusia secara global termasuk di Indonesia, pandemi sudah menunjukkan indikator yang positif secara global baik dari sisi penularan harian, kematian harian dan angka perawatan di rumah sakit menunjukkan tanda-tanda positif," ujar Rahmat kepada Republika, Senin (3/10/2022)

Baca Juga

Namun , sambung Rahmat, Indonesia tetap tidak boleh latah seperti beberapa negara yang sudah menyebut pandemi berakhir. Ia pun mendorong masyarakat untuk bergotong-royong bersama-sama menuju akhir pandemi.

"Untuk ke akhir pandemi, saya kira ada catatan yang seirama dengan yang disampaikan Presiden, tetap tidak boleh lengah dan berpuas diri. Karena laporan kasus harian masih di atas seribu bahkan kasus kematian masih ada," ujarnya.

Untuk menuju akhir pandemi, terdapat beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Ia meminta masyarakat untuk tak abai menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker di ruang tertutup serta mengejar cakupan vaksinasi dosis ketiga atau booster. Karena, hingga kini cakupan vaksinasi booster baru mencapai 63 juta dosis vaksin dari target 234,6 juta.

" Vaksinasi booster yang cukup rendah di bawah 30 persen, ingat masih ada loh yang meninggal sehingga berisiko ke yang komorbid. Meskipun sudah bagus indikator. Sehingga kita dorong booster," ujarnya.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA